kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.819.000   -17.000   -0,93%
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Grup Mayora belum berniat produksi air minum galon


Selasa, 17 Juli 2018 / 11:58 WIB
Grup Mayora belum berniat produksi air minum galon
ILUSTRASI. Le Minerale


Reporter: Agung Hidayat | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Asosiasi Perusahaan Air Minum Dalam Kemasan Indonesia (Aspadin) pernah memprediksikan, tahun ini industri air minum dalam kemasan (AMDK) berpotensi tumbuh 10%. Meskipun peluang bisnis masih menjanjikan, Grup Mayora yang memiliki produk Le Minerale, belum berniat memperbanyak varian produk.

Bisnis Le Minerale berjalan melalui PT Tirta Fresindo Jaya. Sejauh ini, produk itu hadir dalam kemasan 330 mililiter (ml), 600 ml dan 1,5 liter. Produk kemasan 600 ml adalah kontributor terbesar penjualan.

Grup Mayora menyatakan, belum berniat merambah kemasan AMDK lain seperti galon. "Kami pasti melakukan riset pasar dahulu kalau memang mau meluncurkan jenis galon," kata Febri Hutama, Marketing Manager RTD Coffe & Water PT Mayora Indah Tbk di Jakarta, Senin (16/7).

Mayora Indah memiliki relasi dengan Tirta Fresindo. Keduanya berada di bawah payung yang sama, yakni Grup Mayora.

Mengintip laporan keuangan Mayora Indah periode kuartal I 2018, terdapat transaksi penjualan bersih senilai Rp 55,42 miliar antara mereka dan Tirta Fresindo. Nilai transaksi keduanya tumbuh 19,49% dalam periode year-on-year (yoy). Pada kuartal pertama tahun lalu, transaksi penjualan tercatat Rp 46,38 miliar.

Adapun Grup Mayora tak membeberkan realisasi maupun target penjualan Le Minerale. Manajemen perusahaan ini hanya mengungkapkan keyakinannya mampu mencetak pertumbuhan penjualan di tahun ini. "Sebab hampir bisa dibilang Le Minerale sudah ada di berbagai kota di Indonesia," tutur Febri.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×