kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.602.000   -2.000   -0,08%
  • USD/IDR 17.681   54,00   0,31%
  • IDX 6.535   -6,68   -0,10%
  • KOMPAS100 866   8,07   0,94%
  • LQ45 659   9,32   1,43%
  • ISSI 225   -2,18   -0,96%
  • IDX30 366   5,04   1,40%
  • IDXHIDIV20 458   8,21   1,83%
  • IDX80 99   1,17   1,20%
  • IDXV30 126   0,85   0,68%
  • IDXQ30 118   2,25   1,94%

Guardian Indonesia Fokus Perkuat Bisnis Omnichannel pada 2026 dan 2027


Senin, 14 September 2026 / 16:19 WIB
Guardian Indonesia Fokus Perkuat Bisnis Omnichannel pada 2026 dan 2027
ILUSTRASI. Gerai Guardian HERO (KONTAN/Daniel Prabowo)


Penulis: Muhammad Alief Andri | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Guardian Indonesia terus memperluas jaringan gerainya di Indonesia untuk memperkuat kehadiran omnichannel pada 2026 dan 2027. Ekspansi tidak hanya menyasar pusat perbelanjaan, tetapi juga membuka peluang untuk hadir di kota-kota tier 2 dan tier 3.

Managing Director Guardian Indonesia Bhavin Patel mengatakan perseroan belum dapat mengungkapkan target pasti penambahan jumlah gerai. Namun, ekspansi akan dilakukan secara nasional dengan mempertimbangkan lokasi yang dekat dengan konsumen.

“Kami terus memperluas jaringan toko. Namun, terkait jumlah, saya belum bisa memberikan angka pasti. Yang jelas, ekspansi akan dilakukan di seluruh Indonesia,” ujar Bhavin, Senin (14/9/2026).

Baca Juga: Insentif Motor Listrik Belum Pasti, Industri Minta Kejelasan

Menurut dia, strategi ekspansi Guardian akan diarahkan untuk menjangkau konsumen di berbagai wilayah, termasuk kota tier 2 dan tier 3. Perseroan juga melihat peluang untuk memperluas kehadiran di wilayah yang selama ini belum menjadi lokasi utama operasionalnya.

Ekspansi tersebut akan dilakukan melalui berbagai kanal. Guardian menargetkan pertumbuhan baik pada kanal online maupun offline sehingga dapat hadir di lokasi yang sesuai dengan kebutuhan konsumen.

“Pada 2026 dan 2027, kami fokus sebagai peritel omnichannel, dengan mengembangkan kehadiran online maupun offline,” kata Bhavin.

Selain memperluas jaringan gerai, Guardian juga melihat peluang untuk mengembangkan bisnis di luar pusat perbelanjaan. Perseroan mempertimbangkan kehadiran di kawasan high street maupun klaster tertentu yang memiliki potensi pertumbuhan.

Dalam menjalankan ekspansi tersebut, Guardian juga membuka peluang kolaborasi dengan komunitas dan pelaku usaha lokal melalui model franchise. Bhavin menegaskan bahwa franchise bukan sekadar strategi untuk menekan biaya, melainkan salah satu cara perseroan bekerja sama dengan mitra lokal untuk memperluas jangkauan bisnis.

Guardian akan mempertimbangkan kesiapan mitra, kondisi lokasi, perkembangan wilayah, serta aspek ekonomi sebelum membuka gerai franchise. Dengan demikian, perseroan tidak menetapkan target jumlah gerai franchise secara agresif tanpa mempertimbangkan kelayakan bisnisnya.

“Bagi kami, yang terpenting bukan sekadar membuka toko, tetapi memastikan kami melayani pelanggan di tempat yang tepat. Kami tidak ingin membuka toko hanya untuk kemudian menutupnya,” ujar Bhavin.

Ia mengatakan model franchise akan diperlakukan dengan pendekatan yang serupa dengan gerai milik sendiri. Guardian ingin memastikan lokasi dan model bisnis yang dipilih dapat memberikan hasil yang berkelanjutan bagi perseroan maupun mitra.

Menurut Bhavin, pendekatan tersebut juga membuka peluang bagi pemilik usaha lokal yang memiliki properti dan tertarik masuk ke industri kesehatan dan kecantikan. Kolaborasi dengan mitra lokal dinilai dapat menciptakan manfaat bagi kedua pihak sekaligus mendukung ekspansi Guardian.

Saat ini, jumlah gerai Guardian Indonesia telah mencapai 378 toko. Perseroan juga terus melakukan penyegaran terhadap jaringan gerainya, baik dari sisi tampilan toko maupun jajaran produk.

Bhavin menjelaskan, penyegaran gerai atau reverb dapat mencakup sejumlah aspek, mulai dari perubahan desain dan tampilan toko, perbaikan atau touch-up, hingga peninjauan kembali jajaran produk.

Menurut dia, penyegaran tersebut dilakukan secara berkelanjutan dan tidak selalu menandakan adanya masalah pada bisnis. Guardian menyesuaikan penyegaran berdasarkan kondisi dan usia toko, perkembangan produk, posisi gerai, hingga perubahan lokasi.

“Mayoritas toko kami sudah menggunakan tampilan dan nuansa baru, meski belum sepenuhnya di seluruh Indonesia,” jelas Bhavin.

Baca Juga: Harga BBM Subsidi Ditahan, Risiko Tekanan APBN Membayangi

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×