Reporter: Leni Wandira | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Samudera Indonesia Tbk (SMDR) memandang prospek bisnis pelayaran pada 2026 semakin cerah. Perusahaan ini menilai dinamika global sepanjang 2025 justru memberi pembelajaran tekanan perang dagang tidak seburuk yang dikhawatirkan sebelumnya.
Direktur Utama Samudera Indonesia Bani Mulia mengungkapkan, sebelum memasuki 2025, kekhawatiran pasar cukup besar menyusul rencana perang dagang Amerika Serikat. Namun, realisasinya, kinerja industri pelayaran dan perdagangan global masih tumbuh lebih baik dari perkiraan.
“Awalnya kekhawatiran sangat besar, tetapi setelah dijalani ternyata hasil 2025 meskipun ada perang dagang lebih baik dari ekspektasi,” ujar Bani kepada Kontan, Selasa (6/1/2026).
Baca Juga: Bandara Injourney Airports Angkut Total 10,2 Juta Penumpang di Momen Nataru
Ia menjelaskan, penurunan ekspor China ke Amerika Serikat berhasil dikompensasi oleh peningkatan pengiriman ke negara-negara Asia lainnya serta ke Eropa. Dengan demikian, secara keseluruhan perdagangan dunia tetap mencatatkan pertumbuhan sepanjang 2025.
Memasuki 2026, Samudera Indonesia (SMDR) melihat tingkat optimisme yang lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya. Bani menilai, ancaman perang dagang dari AS terbukti tidak efektif memberikan keuntungan signifikan bagi negara tersebut, sehingga arah kebijakan ke depan berpotensi berubah.
“Kami melihat kemungkinan kebijakan tersebut akan bergeser di 2026, yang pada akhirnya bisa mendorong kembali pertumbuhan volume perdagangan,” kata Bani.
Meski demikian, risiko geopolitik global masih menjadi faktor yang perlu dicermati. Ketegangan di Timur Tengah dinilai belum sepenuhnya mereda, sementara potensi konflik di wilayah lain juga masih terbuka.
Kondisi ini membuat normalisasi rute pelayaran global belum sepenuhnya terjamin. “Risiko geopolitik dan peperangan masih tidak pasti. Namun, dampaknya terhadap industri pelayaran tidak selalu negatif,” ujarnya.
Dengan prospek tersebut, Samudera Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus berekspansi. Perusahaan ini akan tetap menambah kapasitas armada dan saat ini tengah dalam proses pemesanan beberapa kapal baru. “Penambahan rute kami evaluasi dari bulan ke bulan. Rutenya sangat dinamis dan selalu berpotensi bertambah,” jelas Bani.
Baca Juga: Kemenhub Catat Penumpang Angkutan Umum Saat Nataru Naik 12,48%
Di sisi infrastruktur, Pelabuhan Patimban telah menerima satu unit Harbor Mobile Crane (HMC) pada akhir 2025, dan satu unit tambahan dijadwalkan tiba pada kuartal I 2026. Penambahan alat bongkar muat ini diharapkan meningkatkan aktivitas operasional pelabuhan.
Ke depan, Samudera Indonesia juga akan terus mengejar pengembangan kapasitas pelabuhan serta galangan kapal sebagai bagian dari strategi pertumbuhan berkelanjutan di 2026. “Intinya, kami optimistis menatap 2026,” tutup Bani.
Selanjutnya: Polri Tetapkan Tersangka Korporasi dan Perorangan Kasus Kayu Gelondongan di Sumatera
Menarik Dibaca: Kim Seon-ho dan Go Youn-jung Siap Beri Kejutan Penggemar di Jakarta
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News












