kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45963,73   -4,04   -0.42%
  • EMAS1.315.000 0,38%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Harga Bahan Baku Naik, Goodyear Indonesia (GDYR) Kerek Harga Jual Ban


Jumat, 12 Agustus 2022 / 17:17 WIB
Harga Bahan Baku Naik, Goodyear Indonesia (GDYR) Kerek Harga Jual Ban
ILUSTRASI. Goodyear suplai perdana kebutuhan ban balap mobil listrik global. Goodyear


Reporter: Amalia Nur Fitri | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. PT Goodyear Indonesia Tbk (GDYR) emiten produsen ban mengatakan jika pihaknya harus menaikkan harga jual ban karena beberapa faktor. 

Marketing Communication, Goodyear Indonesia, Wicaksono Soebroto, tidak mengungkapkan besaran kenaikan harga ban yang dikenakan. Namun kenaikan, harga jual ini, selaras dengan kenaikan harga beberapa bahan mentah dan bahan baku.

"Walau secara global kondisi masih struggling dan menyebabkan kelangkaan seperti chip untuk otomotif serta kenaikan harga beberapa bahan mentah dan bahan baku. Sehingga, harga produk kami harus ikut menyesuaikan kenaikan harga di pasar," jelas Wicaksono kepada Kontan, Jumat (12/8).

Baca Juga: Sepanjang 2021, Goodyear Indonesia (GDYR) Bukukan Laba US$ 2,4 juta

Di sisi lain, GDYR melihat kehadiran desain mobil baru berupa MPV, SUV hingga City menunjukkan pertumbuhan ekonomi nasional positif. Melihat hal ini, GJTL masih menetapkan target pertumbuhan sesuai dengan langkah awal. 

Sebagai informasi, GDYR mencatat total pendapatannya sebesar US$ 150,2 juta untuk tahun fiskal berakhir pada 31 Desember 2021.

Pertumbuhan itu tidak terlepas dari peningkatan penjualan di segmen pengganti domestik dan OE (original equipment manufacturing), selain pulihnya bisnis ekspor.

Perseroan mencatatkan laba sebesar US$ 2,4 juta, berbanding terbalik dengan perolehan tahun 2020 yang mencatat kerugian sebesar US$ 7,1 juta.

Baca Juga: Goodyear Indonesia (GDYR) Bidik Pertumbuhan Penjualan Ban Kendaraan Niaga

Dalam pemberitaan yang ditulis Kontan sebelumnya, GDYR menilai tahun kini merupakan kelanjutan dari proses kebangkitan ekonomi yang terjadi setelah pandemi Covid-19.

 

Pihaknya juga telah mencatat pemulihan permintaan ban dari dari domestik maupun ekspor. Namun pihaknya tidak memberikan detail lebih lanjut.

GDYR menegaskan, hingga kini pihaknya masih sejalan dengan rencana dan target yang dipasang di awal. "Kami masih bisa keep up dengan rencana yang dipasang di awal tahun," tutupnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Negosiasi & Mediasi Penagihan yang Efektif Guna Menangani Kredit / Piutang Macet Using Psychology-Based Sales Tactic to Increase Omzet

[X]
×