CLOSE [X]
kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |

Harga batubara di bawah US$ 70 per ton, harga DMO ke pembangkit direvisi?


Selasa, 10 September 2019 / 17:59 WIB

Harga batubara di bawah US$ 70 per ton, harga DMO ke pembangkit direvisi?
ILUSTRASI. Bongkar muat batubara


KONTAN.CO.ID -JAKARTA. Harga Batubara Acuan (HBA) kembali terperosok. Setelah sempat naik tipis 1,04% pada bulan Agustus lalu, HBA bulan ini kini loyo lagi. Kemenetrian ESDM mengumumkan, HBA September berada di angka US$ 65,79 per ton atau turun 9,47% dari HBA Agustus US$ 72,67 per ton.

HBA September ini adalah yang terendah sejak Oktober 2016 lalu yang kala itu beada di angka US$ 69,07 per ton. HBA bulan ini pun sudah di bawah harga domestic market obligation (DMO) untuk pembangkit listrik yang dipatok sebesar US$ 70 per ton.

Baca Juga: Harga batubara acuan di bawah US$ 70 per ton, APBI minta harga DMO dicabut

Dengan kondisi ini, Direktur Eksekutif Institute for Essential Services Reform (IESR) berpendapat, harga patokan batubara untuk kelistrikan tersebut tidak relevan lagi. Fabby menilai, dengan harga batubara yang semakin rendah, pemerintah perlu meninjau kembali harga acuan batubara.

"Saya cenderung melihat harga acuan DMO kan dibuat saat harga batubara tinggi dan tujuannya untuk mengurangi biaya pembangkitan PLN. Dalam konteks harga batubara yang turun, asumsi dasar penetapan harga acuan DMO sudah tidak lagi relevan," kata Fabby kepada Kontan.co.id, Selasa (10/9).

Menurut Fabby, pasokan batubara untuk kelistrikan memang perlu dijamin. Namun untuk pengadaannya cukup dilakukan secara kontraktual melalui skema business to business (b to b).

"Jadi b to b saja, kalau kondisi sekarang ini semua produsen batubara malah ingin jual ke dalam negeri karena batubara mereka tidak laku di luar negeri, apalagi harganya juga rendah," kata Fabby.

Kendati begitu, Fabby mengatakan bahwa perubahan kebijakan ini tidak bisa sertamerta. Sehingga, Fabby berpendapat kebijakan harga batubara khusus untuk listrik ini tetap bisa diberlakukan hingga akhir tahun ini sesuai dengan kebijakan yang berlaku saat ini.

"Kebijakan harga patokan DMO sudah tidak lagi efektif dengan harga batubara yang terus turun. Kalau pun dipertahankan, paling sampai akhir tahun," terang Fabby.

Senada dengan itu, Ketua Indonesian Mining and Energy Forum (IMEF) Singgih Widagdo berpandangan bahwa harga DMO tidak ditetapkan pada harga fix. Singgih menilai, skema yang bisa diberlakukan untuk mengubah patokan harga US$ 70 per ton ialah dengan membuat formulasi harga diskon pada level harga tertentu bagi pengadaan batubara untuk kelistrikan.

Singgih mencontohkan, jika harga batubara di atas US$ 90 per ton, maka diberikan diskon lebih tinggi dibandingkan harga yang ada di kisaran US$ 80 per ton. Tetapi jika harga sudah di bawah US$ 70 per ton, harga batubara untuk listrik tidak lagi diberikan diskon. "Jadi yang harus dilakukan ke depan adalah koreksi atas harga DMO yang dibuat fix pada 2018 dan 2019," kata Singgih.


Reporter: Ridwan Nanda Mulyana
Editor: Azis Husaini
Video Pilihan

Tag
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2019 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0013 || diagnostic_api_kanan = 0.0024 || diagnostic_web = 0.1972

Close [X]
×