kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.764.000   -5.000   -0,18%
  • USD/IDR 17.680   99,00   0,56%
  • IDX 6.599   -124,08   -1,85%
  • KOMPAS100 874   -18,96   -2,12%
  • LQ45 651   -6,79   -1,03%
  • ISSI 238   -4,84   -1,99%
  • IDX30 369   -2,15   -0,58%
  • IDXHIDIV20 456   0,25   0,05%
  • IDX80 100   -1,80   -1,77%
  • IDXV30 128   -1,20   -0,93%
  • IDXQ30 119   -0,20   -0,17%

Harga Cabe Merah Keriting di Carrefour Rp 33.000 per Kg


Kamis, 22 Juli 2010 / 11:36 WIB


Reporter: Asnil Bambani Amri |

JAKARTA. PT Carrefour Indonesia mencoba menurunkan harga jual beberapa produk holtikultura di gerainya. Salah satunya, cabai merah keriting yang dilepas seharga Rp 33.000 per kg. Padahal, harga cabai mengacu data Kementerian Perdagangan pada hari Rabu (21/7) berada di harga Rp. 38.600 per kg.

Menurut Irawan Kadarman, Direktur Komunikasi PT Carrefour Indonesia, pihaknya bisa menjual lebih murah karena bekerja sama dengan pemasok untuk terus menyuplai cabai dalam kurun waktu jangka panjang; kurang lebih tiga bulan.

"Kami bekerjasama dengan pemasok, sehingga kami mendapat jaminan dari pemasok dari segi suplai maupun harga," kata Irawan di Carrefour Lebak Bulus, Jakarta, Kamis (22/7).

Irawan menyebutkan, ada 12 jenis produk yang akan dijual lebih murah dibandingkan dengan kompetitornya. Di antaranya adalah udang, cumi, teri medan, cabai keriting, kentang, toge, gula jawa, ayam broiler, hati sapi beku. Sayangnya tidak semua produk bahan pokok yang dijual lebih murah.

"Tidak semua, hanya pada produk yang bisa bekerjasama dengan pemasok," kata Irawan.

Sementara itu, bawang merah hari ini dijual di Carrefour dibundel seharga Rp 24.450 per kg atau lebih mahal ketimbang harga Jakarta kemarin senilai Rp 16.800 per kg. Harga tersebut lebih tinggi karena Carrefour memasok bawang dari Brebes yang sekarang pasokannya mengalami penurunan sehingga harganya mengalami kenaikan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×