Reporter: Vina Elvira | Editor: Khomarul Hidayat
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Cisadane Sawit Raya Tbk (CSRA) memandang prospek industri kelapa sawit masih akan berlanjut positif pada 2026, seiring proyeksi harga crude palm oil (CPO) yang diproyeksikan masih tetap tinggi.
VP Corporate Secretary CSRA Iqbal Prastowo yakin, tren positif yang terjadi pada 2025 berpotensi berlanjut ke tahun ini. Hal ini didukung oleh pergeseran peran sawit yang kini tidak hanya sebagai komoditas pangan, tetapi juga energi.
“Di samping itu kondisi geopolitik saat ini menempatkan proyeksi harga CPO di level tinggi, didukung oleh kebijakan pemerintah (B50),” ujar Iqbal kepada Kontan, pada Minggu (5/4/2026).
Baca Juga: Jhonlin Agro Raya (JARR) Siap Pasok B50, Andalkan Kapasitas FAME 495.000 MT per Tahun
Dari sisi operasional, CSRA menargetkan peningkatan produksi pada tahun ini, khususnya untuk CPO dan palm kernel. CSRA akan melanjutkan strategi optimalisasi tiga pabrik kelapa sawit (PKS) yang dimiliki, termasuk dengan meningkatkan pembelian tandan buah segar (TBS) dari pihak eksternal.
Dia melanjutkan, kenaikan harga CPO turut memberikan ruang bagi perseroan untuk meningkatkan utilisasi pabrik sekaligus menjaga margin tetap terukur. Dengan demikian, profitabilitas diharapkan tetap terjaga di tengah volatilitas harga komoditas.
“Dengan naik nya harga CPO akan memberi cukup ruang bagi CSRA untuk optimalisasi utilitas ketiga PKS sembari menjaga marjin secara terukur untuk meningkatkan profitabilitas di tahun 2026,” tambah Iqbal.
Di sisi lain, kebijakan mandatori biodiesel B50 juga dinilai akan mendorong permintaan domestik dan menopang harga sawit. Perseroan melihat adanya potensi kenaikan harga TBS yang cukup signifikan.
Untuk mendukung laju bisnis ke depan, CSRA menyiapkan alokasi belanja modal atau capital expenditure (capex) sekitar Rp100 miliar untuk periode multiyears 2026-2027. Dana capex tersebut akan difokuskan pada pengembangan infrastruktur pabrik dan kebun.
Dengan berbagai strategi tersebut, CSRA optimistis kinerja keuangan pada 2026 akan melampaui pencapaian tahun sebelumnya.
“Kami yakin kinerja 2026 akan lebih baik dari 2025 baik dari sisi top line maupun bottom line,” imbuh Iqbal.
Baca Juga: Harga CPO Diproyeksi Naik Tajam hingga Juni 2026, Dipicu Kenaikan Energi Global
Sebagai informasi, CSRA membukukan pendapatan sebesar Rp 1,89 triliun sepanjang 2025, meningkat 77,1% dibandingkan dengan tahun 2024 yang senilai Rp 1,07 triliun.
CSRA mampu meraup laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 268,77 miliar, naik 25,09% YoY dari Rp 214,85 miliar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













