kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.800.000   35.000   1,27%
  • USD/IDR 17.668   -8,00   -0,05%
  • IDX 6.095   -223,56   -3,54%
  • KOMPAS100 805   -27,79   -3,34%
  • LQ45 616   -14,28   -2,26%
  • ISSI 214   -11,19   -4,97%
  • IDX30 352   -8,00   -2,22%
  • IDXHIDIV20 439   -9,68   -2,16%
  • IDX80 93   -3,02   -3,15%
  • IDXV30 121   -3,14   -2,53%
  • IDXQ30 115   -2,35   -2,00%

Anak Usaha Metrodata (MTDL) Luncurkan SecBox, Solusi Atas Maraknya Serangan Siber


Kamis, 21 Mei 2026 / 17:52 WIB
Anak Usaha Metrodata (MTDL) Luncurkan SecBox, Solusi Atas Maraknya Serangan Siber
ILUSTRASI. Raih Pendapatan Tertinggi Sepanjang Sejarah, MTDL Cetak Rp 21 Triliun di 2022 (Shutterstock/Shutterstock)


Reporter: Vina Elvira | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT FPT Metrodata Indonesia (FMI), entitas anak usaha PT Metrodata Electronics Tbk (MTDL), resmi meluncurkan SecBox bersama HP Indonesia. Solusi monitoring keamanan siber terintegrasi ini menyasar kebutuhan organisasi, khususnya usaha kecil dan menengah (UKM), dalam memperkuat sistem keamanan digital secara lebih sederhana, terpusat, dan efisien.

Presiden Direktur PT FPT Metrodata Indonesia, Edwin Putraoetama Octosa memaparkan, data Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) mencatat sepanjang Januari hingga pertengahan April 2026 tercatat lebih dari 1,52 miliar insiden siber di Indonesia.

Di sisi lain, banyak perusahaan masih menghadapi tantangan dalam mengelola berbagai tools keamanan yang berjalan secara terpisah, keterbatasan sumber daya keamanan siber, hingga tingginya biaya untuk membangun Security Operations Center (SOC) secara mandiri.

Baca Juga: Riset Ungkap Peluang Besar Kakao Premium Asal Indonesia Tembus Pasar Global

Menjawab kebutuhan tersebut, SecBox hadir melalui pendekatan unified security operations dengan mengintegrasikan berbagai kapabilitas keamanan dalam satu platform terpusat. Solusi ini mencakup Endpoint Detection and Response (EDR), SIEM/XDR, threat monitoring, log analytics, hingga layanan Security Operations Center (SOC) monitoring 24x7.

“Transformasi digital harus diimbangi dengan kesiapan keamanan siber yang memadai. Namun banyak organisasi masih menghadapi tantangan dari sisi biaya, sumber daya, dan kompleksitas implementasi keamanan. Melalui SecBox, kami tidak sekadar meluncurkan produk, kami membangun kepercayaan bahwa setiap organisasi di Indonesia dari skala apapun, berhak atas keamanan digital yang tangguh," ujar Edwin, dalam media gathering, pada Kamis (21/5/2026). 

Selain membantu organisasi menyederhanakan pengelolaan keamanan yang sebelumnya tersebar di berbagai sistem dan dashboard, SecBox juga dirancang untuk mempercepat proses deteksi, investigasi, dan respon terhadap ancaman siber secara lebih proaktif. Solusi ini memungkinkan organisasi memperoleh visibilitas keamanan yang lebih terintegrasi tanpa perlu membangun infrastruktur SOC yang kompleks dan mahal.

Pada saat yang sama, Juliana Cen, Presiden Direktur HP Indonesia, menambahkan HP mendukung kolaborasi SecBox melalui HP Wolf Security untuk memperkuat ketahanan siber pada perangkat yang digunakan karyawan sehari-hari. 

HP Wolf Security mengusung pendekatan menyeluruh, dimulai dari lapisan hardware hingga software dan services untuk membantu mengurangi beban alert serta upaya remediasi bagi tim IT, sekaligus meningkatkan ketahanan siber yang lebih luas dan efektif. 

Baca Juga: Inchcape GWM Indonesia Resmikan Dealer ke-19 di Makassar, Bidik Pasar Indonesia Timur

“Melalui kolaborasi dengan FMI dan MII ini, HP menghadirkan solusi perlindungan endpoint yang lebih kuat, mudah diakses, dan lebih sederhana untuk dikelola oleh pemilik usaha di Indonesia. Dengan begitu, perusahaan bisa lebih resilien menghadapi ancaman siber, menjaga produktivitas, dan melanjutkan transformasi digital dengan lebih percaya diri,” tambah Juliana. 

Melalui peluncuran SecBox, MTDL menegaskan komitmennya dalam memperkuat positioning sebagai solution enabler di ranah cybersecurity melalui solusi keamanan yang lebih accessibleenterprise-ready, dan sesuai dengan kebutuhan organisasi di era transformasi digital. 

Edwin menyebut, FMI saat ini telah mengoperasikan bisnisnya lebih dari satu tahun dan sudah mencatatkan keuntungan pada tahun pertama operasional. Ke depan, perusahaan menargetkan pertumbuhan double digit baik dari sisi pendapatan maupun laba bersih.

Dari sisi pasar, sektor perbankan masih menjadi kontributor terbesar karena regulasi keamanan yang ketat. Namun, FMI juga mulai membidik segmen UKM yang memiliki kebutuhan integrasi digital dengan sektor keuangan.

“Tapi kita juga melihat ternyata di luar dari perbankan, ya tadi kan ada UKM contohnya membangun integrasi dengan perbankan, mereka jadi ada kebutuhan itu,” sebutnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×