kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.565.000   8.000   0,31%
  • USD/IDR 18.109   16,00   0,09%
  • IDX 5.050   20,17   0,40%
  • KOMPAS100 649   1,43   0,22%
  • LQ45 518   4,63   0,90%
  • ISSI 164   -2,40   -1,44%
  • IDX30 292   2,74   0,95%
  • IDXHIDIV20 394   5,37   1,38%
  • IDX80 75   0,27   0,36%
  • IDXV30 108   0,37   0,34%
  • IDXQ30 99   1,18   1,21%

Harga jagung dan kedelai beranjak naik


Selasa, 17 Januari 2012 / 14:21 WIB
ILUSTRASI. Ada banyak faktor yang menyebabkan kemunculan uban di usia muda.


Reporter: Asnil Bambani Amri, | Editor: Asnil Amri

SINGAPURA. Harga kedelai dan jagung pertama kalinya naik dalam sepekan terakhir. Kenaikan harga dipicu oleh kekhawatiran akan penurunan pasokan jagung dan kedelai akibat musim kering yang melanda Amerika Selatan.

Di bursa Chicago Board of Trade (CBOT), harga kedelai dalam kemarin naik 1,7% menjadi US$ 11,775 per gantang dari harga US$ 11,77 per gantang untuk pengiriman Maret. Sementara harga jagung untuk pengiriman Maret juga naik 1,3% menjadi US$ 6,0725 per gantang.

Kenaikan harga jagung dan kedelai terjadi karena petani kedua komoditas merugi akibat cuaca kering di Amerika Selatan. Kekeringan itu diprediksi akan terjadi sampai 10 hari mendatang. Di Argentina misalnya, Maximiliano Zavala, peramal cuaca dari Buenos Aires Sereal Exchange meramal negara itu masih kesulitan mendapatkan hujan.

Produksi jagung di Argentina diperkirakan turun menjadi 21,4 juta ton, lebih rendah dari yang diharapkan. Sebelumnya, produksi jagung di Argentina diperkirakan mencapai 30 juta ton, prediksi sebelum kekeringan berlangsung.

Sementara itu, harga gandum untuk pengiriman Maret naik 1,2% dalam sepekan terakhir menjadi US$ 6,0925 per gantang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
11.11
Kontan Academy
[Executive Education Program] Sustainable Development and ESG Leadership Mitigasi Risiko SP2DK dan Pemeriksaan Pajak

[X]
×