kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.660.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.935   -9,00   -0,05%
  • IDX 5.896   -102,90   -1,72%
  • KOMPAS100 764   -13,28   -1,71%
  • LQ45 584   -4,02   -0,68%
  • ISSI 203   -5,25   -2,52%
  • IDX30 331   -1,77   -0,53%
  • IDXHIDIV20 408   -0,87   -0,21%
  • IDX80 87   -1,24   -1,41%
  • IDXV30 110   -1,47   -1,32%
  • IDXQ30 107   -0,13   -0,12%

Harga kedelai di daerah menyentuh Rp 10.000 per kg


Kamis, 05 September 2013 / 11:25 WIB
ILUSTRASI. Ketahui Berbagai Macam Manfaat Minum Air Hangat untuk Tubuh


Reporter: Emma Ratna Fury | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. Para perajin tahu dan tempe di dalam negeri memastikan akan tetap melakukan mogok produksi pada tanggal 9-11 September mendatang.

"Kami tetap akan mogok produksi pada tanggal tersebut,” kata Aip Syarifuddin, Ketua Umum Gabungan Koperasi Produsen Tempe Tahu Indonesia (Gakoptindo) di gedung KPPU, Kamis (5/9).

Aip menegaskan, langkah itu harus ditempuh para perajin lantaran harga kedelai di dalam negeri terus mendaki.

Bahkan, di beberapa daerah seperti Cilacap dan Kebumen, Jawa Tengah, harga jual kedelai sudah menyentuh Rp 9.000- Rp 10.000 per kilo gram.

Menurut Aip, harga tersebut merupakan rekor tertinggi harga kedelai sepanjang sejarah di Indonesia.  

Dia menambahkan, tingginya harga kedelai itu sangat mempengaruhi usaha perajin tahu dan tempe yang masih dalam skala kecil. Untuk usaha yang sudah skala besar, tidak terlalu terpengaruh.

Sebenarnya, kata Aip, asosiasinya tidak ingin melakukan mogok produksi. Pasalnya, hal itu justru akan merugikan para perajin tempe dan tahu.

Namun, dengan kondisi yang ada seperti sekarang ini, pemerintah tidak berpihak kepada perajin. Nah, dengan melakukan mogok produksi, diharapkan pemerintah akan lebih peduli terhadap para perajin.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×