kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.819.000   -17.000   -0,93%
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Harga kopi melejit, eksportir takut stok berlebih


Kamis, 24 April 2014 / 18:09 WIB
Harga kopi melejit, eksportir takut stok berlebih
ILUSTRASI. Ini Cara Melihat dan Share Spotify Wrapped 2022 via HP dan Laptop


Reporter: Handoyo | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Harga kopi internasional semakin mewangi memasuki kuartal II tahun ini. Kekeringan yang melanda Brazil sebagai negara produsen kopi dunia sejak kuartal I hingga saat ini mengakibatkan suplainya menurun. Walhasil harga kopi terus terkerek naik.

Bahkan, musim dingin yang akan terjadi dalam dua sampai tiga bulan lagi di Brazil diproyeksi akan semakin melambungkan harga kopi melebihi rekor harga yang terjadi pada tahun 2012 lalu. "Dengan kondisi ini para eksportir tidak berani menyimpan stok yang banyak," kata Saimi Saleh, Presiden Direktur PT Indokom Citra Persada, Kamis (24/4).

Sekedar gambaran saja, tahun 2012 lalu harga kopi robusta dipasar internasional dihargai US$ 300 per 100 pound. Sementara itu di akhir tahun 2013 harga kopi robusta anjlok hingga US$ 116 per 100 pound. Dan, untuk saat ini harga kopi jenis robusta berada dikisaran US$ 213 per 100 pound.

Kondisi serupa juga terjadi pada kopi jenis arabika. Pada tahun 2012 harga kopi arabika berada dikisaran US$ 3.000 per ton. Saat ini harga kopi arabika berada dikisaran US$ 2.100 per ton-US$ 2.200 per ton. "Perhitungan kita dalam empat bulan, (bursa kopi) London pecah US$ 3.000 per ton," ujar Saimi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×