Penulis: Chelsea Anastasia | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Asosiasi Gula Indonesia (AGI) menyoroti penurunan harga lelang gula saat ini yang turut menekan pendapatan petani tebu.
Untuk diketahui, harga lelang gula petani saat ini berada di kisaran Rp 15.200-Rp 15.300 per kilogram (kg), turun dari awal musim giling tahun ini yang hampir mencapai Rp 16.000 per kg.
Direktur Eksekutif AGI, Budi Hidayat, menyampaikan penurunan harga lelang gula saat ini diperkirakan dipicu oleh sebagian pabrik gula yang masih menjalankan kegiatan giling, sehingga pasokan gula ke pasar terus bertambah.
"Ketika tambahan pasokan gula tidak segera diimbangi penyerapan pasar, harga lelang cenderung mengalami tekanan," kata Budi kepada Kontan, Kamis (6/8/2026).
Selain itu, ia menyoroti beredarnya informasi atau rumor mengenai kemungkinan impor gula yang ikut memengaruhi ekspektasi pelaku pasar.
Baca Juga: Daya Beli Belum Pulih, Pelaku Pusat Belanja Bidik Transaksi Rp 38 Triliun di ISF 2026
Dengan begitu, pembeli dapat memilih menunda pembelian atau menurunkan penawaran karena memperkirakan akan ada tambahan pasokan dan penurunan harga.
Karena itu, AGI menilai pemerintah perlu menyampaikan kebijakan impor secara jelas, terukur, dan berbasis neraca kebutuhan yang transparan agar tidak menimbulkan ketidakpastian di pasar.
Lebih lanjut, AGI mewaspadai potensi masuknya gula yang sebelumnya dialokasikan untuk kebutuhan industri ke pasar konsumsi.
Jika terjadi, Budi bilang, pergeseran distribusi tersebut dapat menambah pasokan gula konsumsi di pasar dan berpotensi menekan harga lelang maupun harga gula petani.
"Namun, hal ini masih perlu dibuktikan melalui pengawasan dan penelusuran rantai distribusi oleh instansi terkait," ujarnya.
Dari sisi produksi, AGI juga menggarisbawahi kekeringan yang terlalu panjang dapat menurunkan bobot dan produktivitas tebu. Terutama, jika ketersediaan air pada masa pertumbuhan tidak mencukupi.
Baca Juga: Konsumsi Listrik SPKLU Lampaui 2025, PLN Percepat Perluasan Infrastruktur EV
Dengan demikian, kenaikan rendemen belum tentu langsung menghasilkan peningkatan produksi apabila tonase tebu yang digiling menurun.
Padahal, lanjutnya, kondisi kekeringan tahun ini seharusnya bisa mendukung pemasakan tebu dan pembentukan gula.
"Meski musim giling masih berlangsung, AGI menilai perkembangan sementara menunjukkan peningkatan produksi tahun ini tidak mudah dan pencapaiannya belum merata, baik antarwilayah maupun antarpabrik," tandas Budi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_22072614202900.jpg)
