kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Harga melejit, petani tomat di Garut untung 90%


Sabtu, 11 Januari 2014 / 13:28 WIB
Harga melejit, petani tomat di Garut untung 90%
ILUSTRASI. Bisnis Unit Usaha Syariah (UUS) Perbankan Terus Mengalami Pertumbuhan. KONTAN/Muradi/2018/06/05


Sumber: TribunNews.com | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. Harga tomat yang melambung baru-baru ini membuat sejumlah petani tomat di Kecamatan Pasirwangi, Garut, Jawa Barat mendapatkan keuntungan yang cukup tinggi, hingga mencapai 90 persen dari modal awal dan biaya proses pengurusan sampai panen.

Herman (26), petani tomat asal Kampung Nagrog, Desa Sarimukti, Kecamatan Pasirwangi, mengatakan harga jual tomat dari petani kepada pedagang mencapai Rp 5.000 per kilogram. Dengan harga seperti itu, katanya, keuntungan dapat mencapai 90 persen.

"Modal untuk bertani tomat hingga panen mencapai Rp 25 juta. Harga tomat sekarang Rp 5.000 perkilogramnya. Dengan harga itu, pasti petani untung besar. Panen kali ini saya dapat lebih dari 40 juta," kata Herman.

Menurut Herman, harga tomat ini bisa disebut sedang dalam kondisi puncak. Biasanya, harga normal tomat ada pada kisaran Rp 2.000 per kilogramnya. Dalam kondisi paling parah, harga tomat dapat mencapai Rp 700 per kilogramnya. (Anita K Wardhani)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×