kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.695.000   18.000   0,67%
  • USD/IDR 17.887   62,00   0,35%
  • IDX 6.450   47,94   0,75%
  • KOMPAS100 831   1,62   0,20%
  • LQ45 631   -1,25   -0,20%
  • ISSI 227   4,63   2,08%
  • IDX30 352   -1,25   -0,35%
  • IDXHIDIV20 429   -1,46   -0,34%
  • IDX80 95   0,08   0,09%
  • IDXV30 119   0,94   0,79%
  • IDXQ30 112   -0,32   -0,28%

Harga melejit, petani tomat di Garut untung 90%


Sabtu, 11 Januari 2014 / 13:28 WIB
ILUSTRASI. Bisnis Unit Usaha Syariah (UUS) Perbankan Terus Mengalami Pertumbuhan. KONTAN/Muradi/2018/06/05


Sumber: TribunNews.com | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. Harga tomat yang melambung baru-baru ini membuat sejumlah petani tomat di Kecamatan Pasirwangi, Garut, Jawa Barat mendapatkan keuntungan yang cukup tinggi, hingga mencapai 90 persen dari modal awal dan biaya proses pengurusan sampai panen.

Herman (26), petani tomat asal Kampung Nagrog, Desa Sarimukti, Kecamatan Pasirwangi, mengatakan harga jual tomat dari petani kepada pedagang mencapai Rp 5.000 per kilogram. Dengan harga seperti itu, katanya, keuntungan dapat mencapai 90 persen.

"Modal untuk bertani tomat hingga panen mencapai Rp 25 juta. Harga tomat sekarang Rp 5.000 perkilogramnya. Dengan harga itu, pasti petani untung besar. Panen kali ini saya dapat lebih dari 40 juta," kata Herman.

Menurut Herman, harga tomat ini bisa disebut sedang dalam kondisi puncak. Biasanya, harga normal tomat ada pada kisaran Rp 2.000 per kilogramnya. Dalam kondisi paling parah, harga tomat dapat mencapai Rp 700 per kilogramnya. (Anita K Wardhani)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×