kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.819.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Harga melejit, petani tomat di Garut untung 90%


Sabtu, 11 Januari 2014 / 13:28 WIB
ILUSTRASI. Bisnis Unit Usaha Syariah (UUS) Perbankan Terus Mengalami Pertumbuhan. KONTAN/Muradi/2018/06/05


Sumber: TribunNews.com | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. Harga tomat yang melambung baru-baru ini membuat sejumlah petani tomat di Kecamatan Pasirwangi, Garut, Jawa Barat mendapatkan keuntungan yang cukup tinggi, hingga mencapai 90 persen dari modal awal dan biaya proses pengurusan sampai panen.

Herman (26), petani tomat asal Kampung Nagrog, Desa Sarimukti, Kecamatan Pasirwangi, mengatakan harga jual tomat dari petani kepada pedagang mencapai Rp 5.000 per kilogram. Dengan harga seperti itu, katanya, keuntungan dapat mencapai 90 persen.

"Modal untuk bertani tomat hingga panen mencapai Rp 25 juta. Harga tomat sekarang Rp 5.000 perkilogramnya. Dengan harga itu, pasti petani untung besar. Panen kali ini saya dapat lebih dari 40 juta," kata Herman.

Menurut Herman, harga tomat ini bisa disebut sedang dalam kondisi puncak. Biasanya, harga normal tomat ada pada kisaran Rp 2.000 per kilogramnya. Dalam kondisi paling parah, harga tomat dapat mencapai Rp 700 per kilogramnya. (Anita K Wardhani)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×