kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45889,80   -6,05   -0.68%
  • EMAS1.327.000 0,15%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Harga Rata-Rata Minyak Indonesia Terus Naik, PLN Efisiensi Untuk Jaga Tarif Listrik


Minggu, 22 Oktober 2023 / 16:12 WIB
Harga Rata-Rata Minyak Indonesia Terus Naik, PLN Efisiensi Untuk Jaga Tarif Listrik
ILUSTRASI. PT PLN menyiapkan strategi efisiensi melalui digitalisasi untuk menjaga tarif listrik tetap kompetitif.


Reporter: Arfyana Citra Rahayu | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT PLN menyiapkan strategi efisiensi melalui digitalisasi untuk menjaga tarif listrik tetap kompetitif. Pasalnya, semakin memanasnya harga minyak dunia, harga rata-rata minyak mentah atau Indonesian Crude Price (ICP) juga ikutan naik. Kenaikan ICP ini dapat berpengaruh pada Biaya Pokok Penyediaan (BPP) listrik PLN. 

Sampai dengan September 2023, ICP kembali naik menjadi US$ 90,17 per barel dari sebelumnya US$ 82,59 per barel. Artinya ada kenaikan US$ 7,58 per barel dibandingkan Agustus 2023 lalu. Naiknya harga ICP sejalan menguatnya harga minyak mentah dunia karena pemotongan produksi minyak oleh Arab Saudi sebesar 1 juta barel per hari dan Rusia 300.000 barel per hari sampai akhir tahun ini. 

Adapun BPP tenaga listrik pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2023 dihitung dengan asumsi parameter makro yakni nilai tukar Rp 14.800 per dolar dan harga crude oil ICP US$ 90 per barel. 

Executive Vice President Komunikasi Korporat dan TJSL PT PLN, Gregorius Adi Trianto mengatakan, pihaknya akan terus melakukan upaya efisiensi untuk mewujudkan tarif tenaga listrik yang kompetitif. 

Baca Juga: Kementerian ESDM Beberkan Efek Kenaikan ICP dan Kurs Terhadap Harga Listrik

Kebijakan efisiensi ini telah ditetapkan dalam Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) No. 9 Tahun 2020 tentang Efisiensi Penyediaan Tenaga Listrik PT PLN (Persero). 

“Sebagai upaya efisiensi, PLN terus menjalankan transformasi berbasis digital secara end-to-end mulai dari energi primer, pembangkitan, transmisi, distribusi, sistem keuangan, sistem pengadaan hingga pelayanan pelanggan,” kata dia kepada Kontan.co.id, Minggu (22/10). 

Dia menjelaskan, transformasi digital yang dilakukan PLN dan subholding-nya ini juga membuat seluruh proses bisnis lebih sederhana, cepat, terintegrasi dan dapat dimonitor serta dikontrol secara real-time sehingga proses bisnis menjadi lebih efektif dan efisien.

Baca Juga: Ketahanan Energi Indonesia Terancam oleh Memanasnya Geopolitik Dunia

Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Jisman P Hutajulu menyatakan, pemerintah dan PLN terus berupaya untuk melakukan upaya efisiensi BPP tenaga listrik di tengah kenaikan harga ICP melalui berbagai strategi. 

Pertama, memberlakukan kebijakan batas (capping) harga energi primer untuk pembangkit listrik. Harga batubara melalui Keputusan Menteri (Kepmen) ESDM 267/2022 dan harga gas melalui Kepmen ESDM 91/2020,” ujarnya saat dihubungi terpisah. 

Kedua, pengendalian efisiensi pembangkitan dan efisiensi  penyaluran listrik. Ketiga, optimalisasi energy mix pembangkitan, dengan meminimalkan penggunaan pembangkit Bahan Bakar Minyak (BBM). Keempat, pengendalian biaya-biaya operasional perusahaan seperti administrasi, pemeliharaan dan lainnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×