kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Hari Ini, SMART Umumkan Hasil Audit


Selasa, 10 Agustus 2010 / 08:43 WIB


Reporter: Asnil Bambani Amri |

JAKARTA. Selasa 910/8) ini, PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk (SMART) akan mengumumkan hasil verifikasi terhadap laporan Greenpeace. Dalam laporan itu, anak perusahaan Sinar Mas tersebut dituding melakukan perusakan lingkungan dalam mengelola perkebunan kelapa sawit.

Fajar Reksoprodjo, Corporate Affairs SMART saat dihubungi KONTAN Senin malam (9/8) bilang, siang ini (10/8) pihaknya akan mengumumkan hasil verifikasi laporan Greepeace rersebut. "Besok (Selasa ini) pukul 11.15 WIB," kata Fajar kepada KONTAN.

Verifikasi yang dilakukan oleh Control Union Certification (CUC) dan BSI Group (BSI) tersebut diselenggarakan oleh SMART, paska penghentian pembelian CPO oleh PT Unilever Indonesia Tbk. Langkah verifikasi ditempuh sebagai bentuk kesepakatan antara SMART dan Unilever menanggapi laporan dari Greenpeace.

Apa tanggapan Unilever Indonesia atas pengumuman audit tersebut? Yang jelas pihak PT Unilever Indonesia Tbk mengaku sama-sama menunggu hasil dari audit itu. Mengenai sikap perusahan itu nantinya akan diputuskan oleh Unilever Company yang berkedudukan di Eropa.

"Hasil audit itu nantinya akan kami pelajari untuk menentukan sikap," kata External Affairs Manager PT Unilever Indonesia Tbk, Rachmat Hidayat yang sebelumnya pernah di wawancara KONTAN.

Sekadar informasi tambahan, SMART merupakan salah satu produsen sawit yang kena cekal dari sejumlah perusahaan yang selama ini menjadi pelanggannnya, yaitu Unilever dan Nestle.

Kedua perusahaan yang memproduksi fast moving consumer goods (FMCG's) itu menilai, SMART tidak mengindahkan tata cara penanaman sawit yang ramah lingkungan. Dengan kata lain, SMART cenderung merusak lingkungan.

Namun, pihak SMART bersikukuh bahwa pihaknya telah melakukan prosedur standar budidaya sawit sesuai dengan aturan yang disepakati oleh para produsen internasional yang terinci dalam Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO). SMART sendiri merupaan salah satu anggota RSPO.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×