Penulis: Chelsea Anastasia | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) memasang target pertumbuhan agresif pada 2026. Produsen dan distributor emas tersebut membidik pendapatan hingga Rp 70 triliun dan laba bersih di kisaran Rp 1,4 triliun - Rp 1,5 triliun dengan mengandalkan ekspansi gerai, inovasi produk, serta meningkatnya minat masyarakat terhadap emas.
Direktur Investor Relations Hartadinatadi Abadi, Thendra Crisnanda menjelaskan, perusahaan berencana melakukan ekspansi gerai hingga 100 toko untuk memperluas jaringan distribusi.
"Di sisi lain, kami juga memprioritaskan para mitra toko emasnya di seluruh Indonesia agar dapat menjangkau mereka secara lebih efektif," jelasnya kepada Kontan, Jumat (11/7/2026).
Baca Juga: Summarecon Bandung Rilis Produk Hunian Baru, Harga Mulai Rp 2,4 Miliar
Dari sisi produk, HRTA juga mengoptimalkan kinerja produk Emasku® Amanah seiring meningkatnya kebutuhan ibadah umrah.
Produk yang baru dirilis pada akhir tahun lalu ini memungkinkan masyarakat mempersiapkan dana ibadah umrah yang terencana dan terukur melalui skema menabung emas secara bertahap.
Adapun Hartadinata Abadi bekerja sama dengan salah satu travel umroh yang terpercaya dalam meluncurkan produk ini.
Thendra bilang, pihaknya melihat respons pasar yang positif terhadap berbagai promo menarik yang dihadirkan perusahaan. Hal ini tampak pada penjualan produk Emasku® Amanah menunjukkan pertumbuhan double digit sepanjang semester I-2026. "Pencapaian ini turut menyumbang kontribusi terhadap pendapatan tahunan perusahaan," imbuh Thendra.
Dia menambahkan, hingga akhir tahun ini, Hartadinata Abadi menggelontorkan belanja modal alias capital expenditure (capex) sekitar Rp 100 miliar.
Biaya tersebut digunakan HRTA untuk pembangunan gedung baru sebagai bagian dari perluasan kantor, serta untuk pembelian mesin dan peralatan pendukung di pabrik.
Dengan strategi dan alokasi tersebut, HRTA optimistis dapat meraih target pendapatan Rp 70 triliun dan laba bersih di kisaran Rp 1,4 hingga Rp 1,5 triliun.
Mengacu laporan keuangan tahun lalu, Hartadinata Abadi meraup pendapatan sebesar Rp 44,55 triliun, melonjak 144,39% secara tahunan (year on year/yoy).
Baca Juga: CORE Prediksi Manufaktur Pulih Bertahap, Waspadai Tekanan Daya Beli
Sementara itu, laba bersih perusahaan pada 2025 tercatat sebesar Rp 978,49 miliar, tumbuh 121,29% yoy. Dengan target yang ditetapkan, artinya HRTA membidik pertumbuhan pendapatan sekitar 57% dan laba bersih sekitar 43% hingga 53% pada tahun ini.
Menurut Thendra, target optimistis ini didorong oleh keyakinan perusahaan bahwa kebutuhan masyarakat terhadap emas akan terus bertumbuh, seiring meningkatnya kesadaran akan pentingnya perencanaan keuangan jangka panjang.
"Oleh karena itu, kami akan terus menghadirkan berbagai inovasi agar masyarakat dapat mengakses produk emas dengan lebih mudah, aman, dan nyaman," sambungnya.
HRTA juga memandang industri emas pada semester II-2026 ini masih prospektif. Selain disokong oleh fundamental permintaan yang kuat, berkembangnya ekosistem bullion di Indonesia juga dinilai menjadi angin segar.
Meskipun memang, HRTA tak memungkiri terjadinya tren penurunan harga emas saat ini. Namun, perusahaan memandang, koreksi harga tersebut merupakan hal yang wajar sebagai bagian dari dinamika pasar yang dipengaruhi oleh berbagai faktor global.
"Dalam jangka panjang permintaan emas akan tetap kuat seiring semakin matangnya ekosistem emas di Indonesia," tandas Thendra.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














