Reporter: Vina Elvira | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pengelola jaringan ritel Guardian dan IKEA, PT DFI Retail Nusantara Tbk (HERO) berrencana ekspansi di sepanjang tahun 2026. Tahun ini, HERO akan fokus pada pengembangan gerai Guardian, baik melalui toko sendiri serta model licensing dan franchise.
Presiden Direktur DFI Retail Nusantara Hadrianus Wahyu Trikusumo menyatakan pihaknya tidak melihat pelemahan konsumsi sebagai alasan untuk menghentikan ekspansi. Terkhusus untuk Guardian, peluang ekspansi di sektir ritel health & beauty masih terbuka lebar.
“Tetapi lebih sebagai faktor yang membuat kami semakin selektif dalam menentukan lokasi, format toko dan model investasi,’ ungkap Hadrianus, kepada Kontan, Jumat (14/8/2026).
Baca Juga: Unilever Dorong Inovasi di Bisnis Hair Care lewat Teknologi AI
Dia menyebutkan, selain membuka toko yang dikelola sendiri, HERO juga mulai mengembangkan model licensing dan franchise untuk pengembangan Guardian.
Langkah ini diambil sebagai strategi perluasan jaringan ke berbagai wilayah dengan model investasi yang lebih fleksibel.
Per Juni 2026, Guardian telah memiliki lebih dari 370 gerai di 90 kota. Guardian juga telah mengoperasikan dua toko dengan model licensing di BSD dan Cibubur.
Sementara untuk IKEA, saat ini HERO sudah memiliki tujuh gerai dan akan fokus pada peningkatan produktivitas ke-7 toko tersebut sekaligus memperkuat kanal online.
“Jadi, pendekatan kami bukan sekadar mengejar jumlah gerai, tetapi memastikan setiap ekspansi memberikan kontribusi yang sehat terhadap penjualan dan profitabilitas,” sebutnya.
Untuk target pembukaan gerai, manajemen belum bisa memberi angka pasti terkait penambahan yang direncanakan di sepanjang tahun 2026.
Dia menyampaikan, untuk ekspansi Guardian akan dilakukan melalui kombinasi tiga pendekatan: pembukaan toko secara mandiri dan licensing.
Baca Juga: Prabowo Targetkan PLTS 100 GW, CORE Ungkap Sederet Masalah yang Perlu Dibenahi
Sementara untuk IKEA, HERO belum memiliki rencana ekspansi agresif secara offline. Fokus perusahaan saat ini adalah mengoptimalkan tujuh toko yang sudah ada dan memperkuat kanal digital.
“Untuk tahun 2026, kami belum dapat menginformasikan angka pasti penambahan gerai secara keseluruhan. Namun kami mengevaluasi peluang berdasarkan potensi lokasi, serta profitabilitas masing-masing toko dan kondisi pasar,” jelasnya.
Di sisi belanja modal atau capital expenditure (Capex), Manajemen HERO memfokuskan penggunaan dana capex tahun ini untuk pengembangan dan pembangunan toko, termasuk mendukung ekspansi dengan format dan model yang sesuai dengan karakteristik masing-masing lokasi.
Selain itu, investasi juga diarahkan untuk mendukung kapabilitas digital, sistem, supply chain dan peningkatan pengalaman pelanggan.
“Kami tetap melihat peluang pertumbuhan di Indonesia, khususnya pada Health & Beauty. Guardian akan menjadi salah satu mesin pertumbuhan melalui kombinasi ekspansi toko, licensing, dan digital. Sementara IKEA akan lebih berfokus pada peningkatan produktivitas toko yang ada, penguatan online serta efisiensi,” tandasnya.
Dengan pendekatan tersebut, HERO tetap optimistis terhadap prospek jangka menengah dan panjang, sembari tetap responsif terhadap perubahan daya beli dan dinamika ekonomi.
Baca Juga: Penjualan Mobil Hybrid Makin Bergairah, Mitsubishi Xforce HEV Langsung 10 Besar
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News











![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_22072614202900.jpg)
