kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45921,71   -13,81   -1.48%
  • EMAS1.345.000 0,75%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Hexindo Adiperkasa (HEXA) Kejar Laba US$ 51,08 Juta Sepanjang Tahun Fiskal 2023


Rabu, 27 September 2023 / 09:25 WIB
Hexindo Adiperkasa (HEXA) Kejar Laba US$ 51,08 Juta Sepanjang Tahun Fiskal 2023


Reporter: Vina Elvira | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten perdagangan alat berat, PT Hexindo Adiperkasa Tbk (HEXA) memproyeksikan angka penjualan dapat mencapai US$ 651,57 juta selama tahun fiskal 2023. Angka ini naik tipis 3,34% dari realisasi penjualan pada tahun fiskal 2022 yang berjumlah US$ 630,49 juta. 

Sementara dari sisi bottom line, pihaknya menargetkan perolehan laba bersih tahun fiskal 2023 akan mencapai US$ 51,08 juta, atau lebih rendah dari tahun sebelumnya yang tercatat senilai US$ 51,62 juta. 

Direktur Hexindo Adiperkasa Yoshendri memaparkan bahwa mayoritas penjualan HEXA masih akan didominasi oleh penjualan unit alat berat. Yang mana, pada kuartal I-2023 (April-Juni 2023) porsinya mencapai 64% atau setara US$ 92,63 juta dari total penjualan yang sebesar US$ 143,83 juta. 

“Untuk kontribusi revenue penjualan unit masih memiliki porsi terbesar mencapai 64%, kemudian diikuti dengan spare part 20%, service and maintenance 13%, dan rental & used 3%,” ungkap Yoshendri, dalam Paparan Publik Virtual, Selasa (26/9). 

Baca Juga: Hexindo Adiperkasa (HEXA) Bakal Bagikan Dividen Tunai US$ 41,29 Juta

Jika diperinci, hingga Juni 2023 HEXA mencatatkan penjualan mencapai 607 unit. Di mana, 504 di antaranya merupakan unit excavator yang dikontribusi dari sektor agriculture sebanyak 160 unit, sektor forestry (kehutanan) 181 unit,  sektor konstruksi 78 unit, dan sektor mining 85 unit.

Sedangkan sisanya berasal dari unit mini excavator (61 unit), wheel loader (12 unit), RDT 7 unit, dan Bell ADT 16 unit. 

Pihaknya memproyeksikan penjualan unit excavator di atas 6 ton sampai tutup tahun nanti mencapai 2.375 unit. Angka ini memang lebih rendah ketimbang penjualan pada tahun fiskal 2022 yang sebesar 2.800.

Penurunan ini terjadi seiring juga dengan melemahnya harga batubara yang berdampak terhadap demand alat berat di sektor tersebut. 

“Untuk mini excavator demand juga menurun dan proyeksi penjualan 325 unit. Sedangkan wheel loader dan RDT demand-nya juga kurang lebih sama dengan tahun lalu,” tambah Direktur Hexindo Adiperkasa Dwi Swasono. 

Untuk memaksimalkan laju bisnis di tahun ini, HEXA juga getol memperkenalkan sejumlah produk anyar. Beberapa unit alat berat baru yang sudah masuk ke pasar Indonesia di antaranya Dynapac, Morooka Carriers Dump, serta Foton. 

Baca Juga: Mitratel (MTEL) Miliki Total 36.719 Menara Sepanjang Semester I 2023

Selain itu, HEXA pun akan terus mengembangkan bisnis rental & used yang sudah berjalan sejak tahun 2022. Meskipun kontribusi lini bisnis ini masih mini terhadap penjualan, pihaknya melihat ada potensi yang cukup besar ke depannya. 

“Kami harapkan dengan adanya ekspansi usaha di sektor rental ini bisa menambah kinerja HEXA dari sisi penjualan dan juga profit,” jelas Yoshindra. 

Adapun, per kuartal I tahun fiskal 2023, HEXA tercatat mencetak laba bersih sebesar US$ 14,18 juta. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×