kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.598.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 17.761   68,00   0,38%
  • IDX 6.462   25,58   0,40%
  • KOMPAS100 852   2,28   0,27%
  • LQ45 648   1,42   0,22%
  • ISSI 224   1,27   0,57%
  • IDX30 360   1,29   0,36%
  • IDXHIDIV20 450   2,37   0,53%
  • IDX80 97   0,26   0,27%
  • IDXV30 124   0,43   0,35%
  • IDXQ30 116   0,50   0,43%

Hexindo (HEXA) Hadapi Tekanan Margin, Efek Tertekan Pelemahan Rupiah


Kamis, 17 September 2026 / 16:36 WIB
Hexindo (HEXA) Hadapi Tekanan Margin, Efek Tertekan Pelemahan Rupiah
ILUSTRASI. Hexindo Rilis Produk Baru Backhoe Loader BX100 Shinrai Power (Dok/Hexindo Adiperkasa)


Reporter: Vina Elvira | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten alat berat, PT Hexindo Adiperkasa Tbk (HEXA) mencatat kinerja yang masih tertekan pada kuartal I tahun fiskal 2026, atau periode April–Juni 2026.

Sejumlah indikator keuangan perusahaan mengalami penurunan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, terutama pada laba kotor dan laba operasi.

Direktur HEXA Yoshendri mengatakan, perusahaan membukukan pendapatan sebesar US$ 113,7 juta pada kuartal I tahun fiskal 2026. Realisasi tersebut setara dengan 92% dibandingkan pencapaian pada kuartal I tahun sebelumnya.

Baca Juga: ESDM Revisi HPM Nikel Kadar Rendah, Penambang Soroti Risiko Penurunan PNBP

Tekanan lebih dalam terlihat pada profitabilitas. Realisasi gross profit HEXA pada kuartal I tahun fiskal 2026 hanya mencapai 81% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Adapun laba bersih yang dapat diatribusikan kepada perseroan tercatat sebesar US$ 4,9 juta, atau mencapai 71% dibandingkan laba bersih pada kuartal I tahun sebelumnya.

“Sehingga kalau dibandingkan dengan tahun sebelumnya, pencapaian laba bersih sebesar US$ 4,9 juta. Ini 71%," ungkap Yoshendri, dalam Paparan Publik Virtual, Kamis (17/9/2026).

Jika dibandingkan dengan target setahun penuh, realisasi laba bersih tersebut telah mencapai sekitar 26,8% dari target profit after tax HEXA sebesar US$ 18,3 juta.

Sementara dari sisi pendapatan, realisasi kuartal I sebesar US$ 113,7 juta telah mencapai sekitar 19,3% dari target penjualan tahun fiskal 2026 sebesar US$ 589,3 juta.

Adapun untuk tahun fiskal 2026, HEXA menargetkan total penjualan sebesar US$ 589,3 juta, dengan gross profit US$ 95,3 juta, operating profit US$ 28,8 juta, dan profit after tax US$ 18,3 juta.

Selain kondisi pasar, HEXA juga menghadapi tekanan terhadap gross profit akibat pelemahan nilai tukar rupiah.

Yoshendri menjelaskan, perseroan masih memiliki eksposur transaksi dalam dolar AS, baik dari sisi pembukuan maupun pembelian inventory.

Di sisi lain, penjualan domestik dilakukan dalam mata uang rupiah. Kondisi tersebut membuat pelemahan rupiah turut memberikan tekanan terhadap margin.

"Sementara saat ini perusahaan masih melakukan pembukuan dalam mata uang US$. Dan pembelian inventory juga menggunakan US% basis. Dalam hal lain, perusahaan juga harus melakukan transaksi untuk penjualan dalam negeri menggunakan mata uang rupiah,” ucapnya.

Baca Juga: Empat Proyek PSEL PSN Mulai Dibangun, Investasi Capai Rp 15,9 Triliun

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×