kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.963   50,00   0,28%
  • IDX 5.695   51,92   0,92%
  • KOMPAS100 735   7,36   1,01%
  • LQ45 557   3,64   0,66%
  • ISSI 198   1,89   0,96%
  • IDX30 316   1,31   0,42%
  • IDXHIDIV20 389   -0,57   -0,15%
  • IDX80 83   0,64   0,78%
  • IDXV30 106   -0,46   -0,43%
  • IDXQ30 102   0,12   0,12%

Himpuli harap produksi ayam kampung meningkat


Rabu, 11 April 2018 / 16:20 WIB
ILUSTRASI. Penjualan daging ayam potong


Reporter: Lidya Yuniartha | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Produksi ayam kampung menunjukkan tren yang meningkat. Pada 2013, produksi ayam kampung berkisar 276 juta ekor, pada 2017 produksi ayam kampung diperkirakan mencapai sekitar 310 juta ekor.

Tahun ini, Ketua Umum Himpunan Peternak Unggas Lokal Indonesia (Himpuli) Ade M. Zulkarnain berharap produksi ayam kampung terus meningkat sebesar 1% sehingga produksi ayam kampung dapat mencapai 313 juta ekor.

“Masalah yang masih dihadapi adalah pasokan DOC karena masih sedikitnya breeder yang memproduksi,” ujar Ade kepada Kontan.co.id, Kamis (11/4).

Karena itu Ade bilang, Himpuli tengah mendorong pembangunan pembibitan yg sesuai Good Breeding Practice (GBP) dan bersertifikat layak bibit serta sertifikat Kompartemen Bebas Avian Influenza (AI).

Dengan adanya pembibitan ayam kampung yang sesuai GBP dan memiliki sertifikat AI, maka ini akan mendorong ekspor unggas Indonesia.

Sejak tahun lalu, Indonesia sedang berupaya mengekspor ayam kampung ke Malaysia dan Myanmar. Namun, sampai saat ini ekspor ayam kampung tersebut belum bisa direalisasikan.

Ade menjelaskan, terkait ekspor ke Myanmar, terdapat kendala yang dihadapi karena baru ada pergantian pimpinan otoritas peternakan. Sementara, untuk Malaysia, saat ini Indonesia masih menunggu kunjungan audit dari Perkhidmatan Veteriner Malaysia. “Ini (kunjungan audit) sebagai syarat utama,” kata Ade.

Padahal, menurut Ade proses ekspor sudah siap dilakukan kapan saja. Hanya menunggu audit dari Malaysia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×