kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.900.000   50.000   1,75%
  • USD/IDR 17.029   -110,00   -0,64%
  • IDX 7.235   264,41   3,79%
  • KOMPAS100 1.000   41,89   4,37%
  • LQ45 730   27,99   3,99%
  • ISSI 258   8,78   3,52%
  • IDX30 397   14,56   3,81%
  • IDXHIDIV20 486   13,87   2,94%
  • IDX80 113   4,55   4,22%
  • IDXV30 134   3,41   2,62%
  • IDXQ30 128   4,14   3,33%

Hiswana Khawatir Masyarakat Migrasi ke BBM yang Lebih Murah


Selasa, 22 Maret 2022 / 17:50 WIB
ILUSTRASI. harga bbm


Reporter: Filemon Agung | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kenaikan harga minyak dunia berimbas pada penyesuaian harga sejumlah jenis BBM di tanah air.

Ketua Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) DPC DKI Jaya Syarief Hidayat mengungkapkan, pada kondisi saat ini maka kenaikan harga produk BBM bisa saja berimbas pada peralihan konsumsi masyarakat.

"Yang berat bagi Hiswana untuk penjualan BBM yang (harganya) naik cukup signifikan seperti Pertamax Turbo, Dex dan Dexlite, karena kemungkinan konsumen pengguna jenis BBM tersebut migrasi ke harga yang lebih murah," ujar Syarief kepada Kontan, Selasa (22/3).

Syarief melanjutkan, potensi migrasi ini bisa saja terjadi. Untuk itu, pihaknya berharap harga minyak dunia dapat kembali ke level di bawah US$ 100 per barel. Dengan demikian, harga BBM pun dapat kembali ke level yang lebih rendah pula.

Baca Juga: Pertamina Didorong Hitung Ulang Harga Pertamax

Selain itu, migrasi konsumsi ini juga dinilai bisa berdampak untuk Jenis BBM Tertentu (JBT) maupun Jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP) yang notabene disubsidi dan terbatas kuotanya.

Perihal harga Pertamax, Syarief menilai keputusan harga tersebut ada di ranah Pertamina.

"Kami hanya sebagai lembaga penyalur. Untuk kebijakan harga ada di Pertamina," pungkas Syarief.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×