kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45702,42   14,31   2.08%
  • EMAS934.000 -1,06%
  • RD.SAHAM -0.69%
  • RD.CAMPURAN -0.34%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Holding BUMN Farmasi dorong kemandirian industri farmasi nasional


Rabu, 05 Februari 2020 / 21:16 WIB
Holding BUMN Farmasi dorong kemandirian industri farmasi nasional
ILUSTRASI. Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir (kiri) bersama Direktur Utama Kimia Farma Tbk Verdi Budidarmo, menyampaikan keterangan pers tentang holding BUMN farmasi di Jakarta, Rabu (5/2/2020). Terbentuknya holding BUMN Farmasi diharapkan dapat memperkuat kem

Reporter: Arfyana Citra Rahayu | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Holding BUMN Farmasi sejatinya sudah lama digaungkan dan rencana ini baru efektif di awal tahun 2019. Adapun pada 31 Januari 2020 lalu, crossing saham dari PT Kimia Farma Tbk (KAEF) dan PT Indofarma Tbk (INAF) ke PT Biofarma rampung, holding farmasi BUMN resmi terlaksana.

Asal tahu saja, saat ini Biofarma sebagai induk holding BUMN farmasi menjadi pemilik saham mayoritas di Kimia Farma dan Indofarma masing-masing sebanyak 90% dan 80,66%.

Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir menjelaskan, peran Bio Farma sebagai induk holding farmasi pelat merah dengan mendorong anggota holding BUMN Farmasi untuk mandiri baik dalam hal penelitian maupun produksi.

Baca Juga: Kimia Farma (KAEF) targetkan kurangi impor bahan baku obat dari China hingga 15%

"Selain itu akan mendorong anggota Holding BUMN Farmasi untuk menerapkan produksi dan Quality Management System untuk mendapatkan Pre-Qualification WHO (PQ WHO) yang diharapkan produk KAEF dan INAF mampu menembus pasar global," jelasnya saat konferensi pers di Jakarta, Rabu (5/2).

Tujuan diadakannya holding farmasi adalah memperkuat kemandirian industri farmasi juga meningkatkan ketersediaan produk. Caranya dengan menciptakan inovasi bersama dalam menyediakan produk farmasi untuk mendukung ekosistem farmasi di masa yang akan datang.

Honesti menjelaskan sampai saat ini Indonesia menghadapi tantangan yang cukup besar yaitu  ketergantungan impor bahan baku obat atau Active Pharmaceutical Ingredients (API).

Baca Juga: Holding BUMN Farmasi optimistis dapat kuasai pangsa pasar nasional di 2020




TERBARU

Close [X]
×