kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.020   -18,00   -0,11%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

Hotel bujet di Jakarta masih terus bertambah


Kamis, 08 Oktober 2015 / 20:39 WIB


Sumber: Kompas.com | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Kendati secara umum pasar perhotelan mengalami perlambatan permintaan 1,2% menjadi 57,2% seiring efisiensi perusahaan-perusahaan dan kebijakan pengetatan pengeluaran pemerintah, hotel kelas ekonomi atau bujet di Jakarta terus bertambah.

Menurut catatan Colliers International Indonesia, sampai kuartal III-2015 terdapat beberapa hotel yang memulai operasionalnya. Termasuk hotel di bawah kendali Archipelago International yang bertajuk Favehotel Zainul Arifin dengan jumlah 84 kamar.

Jumlah kamar ini menggenapi total hotel murah di Jakarta menjadi sebanyak 4.818 kamar atau melonjak 9,6% lebih tinggi jika dibandingkan dengan posisi pada akhir 2014 lalu. 

Colliers memperkirakan, dalam dua tahun ke depan operator macam Archipelago International akan melakukan ekspansi bisnisnya dengan mengoperasikan lebih banyak lagi hotel ekonomi, termasuk Favehotel, dan NEO. 

"Sejauh ini, seluruh merek hotel murah tersebut merupakan pesaing terberat bagi hotel-hotel yang dikelola Tauzia Management dengan merek Harris, Yello, dan Pop," ujar Associate Director Research Colliers International Indonesia, Ferry Salanto, Selasa (6/10). 

Hingga tahun ini berakhir, lanjut Ferry, akan hadir sebanyak 591 kamar baru yang berasal dari empat hotel yakni Whiz Cipete, Whiz Hayam Wuruk, Amaris Simatupang, dan @HOM Cawang. (Hilda B. Alexander)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×