Reporter: Rilanda Virasma | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pelaku industri perhotelan terus menggenjot diversifikasi produk dan layanan untuk menjaga tingkat hunian di tengah tantangan perlambatan daya beli masyarakat. Strategi ini ditempuh melalui penguatan segmen staycation, MICE, hingga pengembangan hotel berbasis pengalaman (experience-based hospitality).
PHM Hotels, misalnya, menerapkan strategi diversifikasi dengan memperkuat portofolio merek serta mengintegrasikan teknologi dalam operasional. Perusahaan pengelola jaringan hotel The Haven, The 1O1, 1O1 Urban, 1O1 Style, dan FRii ini mengadopsi multi-brand strategy guna menjangkau segmen pasar yang lebih luas, mulai dari business, lifestyle, hingga leisure.
Distribution & Strategic Support PHM Hotels, Mauritius Titiyan Prabowo menjelaskan, pendekatan bisnis kini bergeser dari yang semula berorientasi pada kamar (room-centric) menjadi berbasis pengalaman (experience-centric).
“Konsep hotel disesuaikan dengan karakter destinasi dan profil tamu, didukung integrasi teknologi dan otomasi berbasis AI untuk personalisasi layanan serta efisiensi operasional,” ujar manajemen PHM Hotels,” ucap Mauritius kepada Kontan, Jumat (2/1/2026).
Baca Juga: Hotel Sambut Nataru 2025/2026 dengan Optimisme, Meski Okupansi Masih Tertekan
Dari sisi pasar, PHM kata Mauritius tidak mengunci diri pada satu segmen. Perusahaan menerapkan strategi yang berfokus pada segmentasi sesuai karakter masing-masing properti. Segmen leisure menjadi target utama di destinasi wisata seperti Bali, Bandung, Yogyakarta, dan Malang.
Sementara itu, segmen korporasi dan MICE tetap dibidik di kota-kota bisnis seperti Jakarta, Bandung, dan Bogor.
Adapun segmen keluarga dan long stay turut dikembangkan melalui penyediaan ruang yang lebih fungsional serta fasilitas pendukung yang relevan. Pendekatan ini dinilai perusahaan mampu mengoptimalkan kinerja setiap hotel sesuai dengan potensi pasar alaminya.
Untuk memperkuat konsep experience-based hotel, PHM Hotels tengah mengembangkan sejumlah inisiatif. Di antaranya penguatan konsep lifestyle dan heritage melalui kurasi desain, storytelling, serta aktivitas berbasis pengalaman lokal. Perusahaan juga mengembangkan digital guest experience mulai dari proses pemesanan, komunikasi berbasis AI, hingga keterlibatan tamu sebelum dan sesudah menginap.
Baca Juga: Liburan Akhir Tahun Hemat: OYO Tawarkan Diskon Hotel Menarik pada Desember 2025
Selain itu, PHM memperkaya fasilitas berbasis pengalaman seperti konsep makanan dan minuman (F&B), ruang komunitas, serta kolaborasi dengan pelaku kreatif dan UMKM lokal. Program keberlanjutan juga diintegrasikan langsung ke dalam pengalaman tamu, bukan sekadar standar operasional.
Terkait investasi, PHM Hotels menyebut nilai yang dibutuhkan bersifat variatif dan selektif, tergantung skala properti dan konsep pengembangan. “Secara umum, PHM Hotels menerapkan pendekatan asset-light dan phased investment, dengan fokus pada optimalisasi aset yang sudah ada, repositioning brand dan konsep, dan investasi teknologi dan sistem yang berdampak langsung pada experience dan efisiensi,” tutur Mauritius.
Di sisi lain, PT Eastparc Hotel Tbk (EAST) mencatat kinerja okupansi yang solid sepanjang 2025. Tingkat hunian kamar Eastparc Hotel mencapai 93% sepanjang 2025, sementara pada Desember 2025 tercatat sebesasr 97%. Tingginya okupansi ini ditopang oleh segmen staycation dan MICE yang masih menjadi andalan.
Baca Juga: Lonjakan Wisatawan Asing Dongkrak Okupansi Hotel pada Kuartal III-2025
Direktur Pemasaran Eastparc Hotel Wahyudi Eko Sutoro menyampaikan, segmen staycation didorong oleh keberadaan berbagai wahana permainan yang menjadi daya tarik utama keluarga.
Untuk memperkuat segmen ini, Eastparc terus menambah dan meningkatkan fasilitas wahana permainan. Sementara segmen MICE tetap dijaga melalui penyediaan paket bisnis yang kompetitif.
Meski demikian, Eastparc juga menghadapi tantangan berupa penurunan daya beli masyarakat. Untuk merespons kondisi tersebut, perusahaan menerapkan sejumlah strategi bisnis, antara lain efisiensi biaya operasional, peningkatan kualitas layanan, serta penetapan harga dinamis (dynamic pricing).
Selain itu, Eastparc mengembangkan paket staycation dan paket bisnis yang lebih fleksibel, serta memperkuat promosi melalui media sosial guna menjangkau pasar yang lebih luas.
Baca Juga: Jasamarga Related Business Meresmikan Hotel Baru di Rest Area Tol Batang-Semarang
Selanjutnya: KPR Syariah: Pilihan Cerdas di Tengah Suku Bunga Tinggi
Menarik Dibaca: Cara Mudah Mencari Tambahan Penghasilan untuk Kebutuhan yang Mendesak
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













