kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Huawei bersama tiga operator sudah trial 5G di Indonesia


Jumat, 11 Oktober 2019 / 20:17 WIB

Huawei bersama tiga operator sudah trial 5G di Indonesia
ILUSTRASI. A Huawei 5G device is pictured outside an exhibition in Bangkok, Thailand January 30, 2019. Picture taken January 30, 2019. REUTERS/Athit Perawongmetha

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Huawei Indonesia menyatakan sudah melakukan trial atau uji coba jaringan 5G di Indonesia dengan operator telekomunikasi. Pada Mei 2017 lalu misalnya Huawei menggandeng Telkomsel melakukan uji jaringan 5G pada frekuensi 26 GHz dengan mencapai kecepatan 70 Gbps.

Selain itu Huawei juga mendukung ujicoba implementasi 5G dengan auto drive car selama perhelatan Asian Games 2018 lalu. Juga melakukan ujicoba penerapan teknologi 5G pada jaringan 4G yang telah terbangun lewat teknologi Massive MIMO yaitu multi antena berbasis AI dan Clud AIR yang merupakan sistem otomasi pembagian spektrum.

Baca Juga: Huawei: Ekosistem sudah terbentuk, 5G di Indonesia tinggal tunggu regulasi

"Kami ada beberapa proyek seperti dengan Telkomsel, ada XL juga jadi tiga operator besar itu sudah trial 5G bersama kami," ujarnya kepada Kontan.co.id, Jumat (11/10)

Asal tahu saja, Huawei merupakan pionir teknologi generasi kelima 5G ini. Oleh karena itu, kendati mendapat hambatan bisnis berupa larangan dagang dari Amerika Serikat, Huawei tetap memimpin pasar 5G. Secara global Huawei berkontribusi terhadap 2.063 standar terkait jaringan 5G di Badan Standar Jaringan 3GPP.

Hingga kuartal III tahun ini, Huawei telah menyepakati lebih dari 50 kontrak komersial 5G dengan berbagai operator di seluruh dunia. Selain itu, perusahaan teknologi raksasa asal Tiongkok itu juga telah mengapalkan lebih dari 150.000 BTS 5G ke beberapa negara.

Baca Juga: Huawei terus lakukan edukasi dan sosialisasi teknologi jaringan 5G

"Kami sudah kirim 150.000 BTS untuk 50 operator di seluruh dunia. Kalau ngomongin 5G kan ada tiga komponen, pertama massive connectivity, massive bandwith dan low latency yang milisecond," tutupnya.


Reporter: Andy Dwijayanto
Editor: Tendi

Video Pilihan


Close [X]
×