kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |

Hutama Karya: Lonjakan volume kendaraan musim lebaran Tol Trans Sumatera capai 80%


Selasa, 11 Juni 2019 / 17:34 WIB

Hutama Karya: Lonjakan volume kendaraan musim lebaran Tol Trans Sumatera capai 80%

Berita Terkait

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Hutama Karya yang merupakan operator Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) mengalami lonjakan volume kendaraan pada musim lebaran tahun 2019 ini.

Sekretaris Muhammad Fauzan mengatakan terdapat dua ruas jalan tol yang telah beroperasi baik secara penuh maupun yang hanya fungsional untuk lebaran tahun 2019 ini. Ruas Bakauheuni sampai Palembang merupakan salah satu yang sudah beroperasi penuh sepanjang 140 kilometer.


Di hari normal, kata Fauzan, Bakauheuni – Palembang rata-rata dilintasi oleh 11.000 sampai 15.000 kendaraan per hari. “Mudik ini peak season-nya sampai 27.000 kendaraan per hari di tanggal 1 Juni 2019 dan arus balik 8 Juni 2019,” katanya kepada Kontan.co.id pada Selasa (11/6).

Fauzan mengatakan adanya lebaran sedikit mempengaruhi pendapatan Hutama Karya dari JTTS yang telah beroperasi. “Angka itu tentu melewati feasibility study kita, awalnya feasibility study rata-rata 12.000 kendaraan,” tambahnya.

Kendati terdapat kenaikan rata-rata hingga 80%, kenaikan itu tidak berdampak pada adanya kemacetan di sepanjang jalur yang beroperasi. Bahkan jalur fungsional yakni Terbanggi Besar – Pematang Panggang dan Pematang Panggang – Kayu Agung yang tidak berbayar juga tidak mengalami kendala kemacetan.

Diharapkan setelah lebaran jumlah kendaraan yang melintas bisa tetap berada di angka rata-rata target Hutama Karya yakni 12.000 kendaraan per hari.

Toh kata Fauzan, JTTS sekarang secara bisnis belum layak karena internal rate of return-nya masih jauh. “Penugasan HK di JTTS bukan bisnis, tapi untuk masuk ke dalam kelayakan ekonomi,” tambah Fauzan.

Sekadar tahu untuk tol yang telah beroperasi, tarif termahal untuk rute terpanjang tol kendaraan golongan 1 yakni dari Gerbang Tol Bakauheuni sampai Gerbang Tol Terbanggi Besar adalah Rp 112.500.


Reporter: Harry Muthahhari
Editor: Yudho Winarto

Video Pilihan


Close [X]
×