Penulis: Chelsea Anastasia, Chelsea Anastasia | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menyatakan industri kendaraan listrik (electric vehicle/EV) menjadi sektor yang dapat terdorong oleh implementasi Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA).
Untuk diketahui, negosiasi perjanjian ekonomi antara Indonesia dan Eropa tersebut telah rampung pada September 2025. Perjanjian ini kemudian ditargetkan ditandatangani pada November 2026 dan akan mulai diimplementasikan pada awal 2027.
Deputi Bidang Promosi Penanaman Modal Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Nurul Ichwan mencermati, implementasi IEU-CEPA membuka peluang investasi yang lebih lebar bagi industri kendaraan listrik dan ekosistemnya.
Optimisme ini didorong oleh kekuatan masing-masing kedua pihak, Indonesia dan Uni Eropa, yang dapat saling melengkapi, sehingga memiliki potensi pertumbuhan yang pesat.
Baca Juga: IEU-CEPA Buka Peluang Investasi Hilirisasi Mineral dan Manufaktur Indonesia
"Indonesia memiliki basis mineral yang dapat menopang pengembangan ekosistem baterai dan kendaraan listrik, sementara perusahaan Eropa memiliki kekuatan pada teknologi, engineering, otomotif, dan advanced manufacturing," kata Ichwan kepada Kontan, Rabu (30/9/2026).
Dalam fact sheet perjanjian tersebut, lanjut dia, kendaraan listrik pun secara eksplisit disebut sebagai salah satu sektor yang prospektif untuk investasi.
Di sisi lain, Ichwan menilai IEU-CEPA juga membuka peluang penguatan rantai pasok otomotif karena suku cadang kendaraan, termasuk produk Indonesia, yang mayoritas memperoleh tarif 0% ke pasar Uni Eropa.
Selain itu, IEU-CEPA dinilai membuka ruang kerja sama dalam standardisasi kendaraan bermotor.
"Dengan demikian, peluangnya tidak berhenti pada kendaraan listrik, tetapi dapat berkembang ke komponen, parts, sistem elektronik, hingga kegiatan manufaktur pendukung," kata Ichwan.
Baca Juga: IEU-CEPA Dikebut, Indonesia Prioritaskan Perjanjian Dagang untuk Perluas Pasar
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News












