kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.711.000   2.000   0,07%
  • USD/IDR 17.818   -194,00   -1,08%
  • IDX 6.008   121,62   2,07%
  • KOMPAS100 794   18,85   2,43%
  • LQ45 597   10,61   1,81%
  • ISSI 206   5,10   2,54%
  • IDX30 339   4,60   1,38%
  • IDXHIDIV20 418   3,54   0,86%
  • IDX80 90   1,96   2,24%
  • IDXV30 113   2,76   2,50%
  • IDXQ30 109   1,12   1,03%

Impor garam industri tahun 2020 meningkat mencapai 2,9 juta ton


Jumat, 31 Januari 2020 / 16:50 WIB
ILUSTRASI. Suasana bongkar muat garam impor dari Kapal MV Golden Kiku ke truk pengangkut di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (12/8).


Sumber: Kompas.com | Editor: Noverius Laoli

Selain menyediakan air tua, washing plant atau proses pencucian diperlukan untuk membuat garam industri. Terkait washing plant, pihaknya akan menggordinasikan terlebih dahulu dengan pemerintah pusat sebelum memberikan fasilitas tersebut ke para petani.

Perbaikan akses jalan untuk petani juga perlu dilakukan guna memangkas biaya angkut. Dikatakannya, pemerintah telah menyediakan 27 gudang garam di seluruh Indonesia.

Baca Juga: Kemdag Revisi Aturan Ekspor Impor, Mulai dari Limbah Hingga Ponsel

Dari jumlah itu, ada 24 gudang di antaranya punya daya tampung 2.000 ton garam. Sisanya tiga gudang lagi kapasitasnya 1.000 ton.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Jawa Tengah, Fendiawan Tiskiantoro mengatakan, ada sembilan gudang garam yang tersebar di Jawa Tengah. Tersebar di wilayah Pati, Rembang, Brebes, Demak, dan Jepara.

"Kapasitasnya rata-rata 1.000 ton-2.000 ton. Untuk kapasitas 1.000 ton di Brebes dan Rembang. Yang lain dibangun kementerian kapasitas 2.000 ton," ucap Fendiawan. (Riska Farasonalia)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Impor Garam Industri 2020 Meningkat, Capai 2,9 Juta Ton"

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×