kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.710.000   20.000   0,74%
  • USD/IDR 17.876   93,00   0,52%
  • IDX 6.268   -97,49   -1,53%
  • KOMPAS100 822   -13,16   -1,58%
  • LQ45 626   -8,34   -1,31%
  • ISSI 217   -4,16   -1,89%
  • IDX30 351   -4,37   -1,23%
  • IDXHIDIV20 429   -5,35   -1,23%
  • IDX80 94   -1,42   -1,49%
  • IDXV30 118   -1,74   -1,46%
  • IDXQ30 112   -1,22   -1,08%

INA dan ESR Buru Cuan Logistik, Dua Gudang Raksasa Dibangun di Cikarang


Selasa, 11 Agustus 2026 / 16:50 WIB
INA dan ESR Buru Cuan Logistik, Dua Gudang Raksasa Dibangun di Cikarang
ILUSTRASI. INA dan ESR Kucurkan Investasi Baru di Cikarang (Dok/ESR)


Reporter: Yudho Winarto | Editor: Yudho Winarto

​KONTAN.CO.ID - JAKARTA. ESR, perusahaan pengelola dan pemilik aset real estat yang berfokus di kawasan Asia-Pasifik, bersama Indonesia Investment Authority (INA) dan sejumlah mitra pemodal, berkomitmen menanamkan investasi untuk membangun dua fasilitas logistik modern di Cikarang, Jawa Barat.

Investasi tersebut mencakup pembangunan ESR Cikarang Logistics Park 4 dan ESR Cibitung Distribution Hub.

Baca Juga: Diastika (CHEK) Bidik Bisnis Diagnostik, Ini Prospek Industri Alat Kesehatan

Kedua proyek tersebut ditujukan untuk mendukung pertumbuhan sektor logistik, manufaktur, serta rantai pasok Indonesia dalam jangka panjang.

Pembangunan ESR Cikarang Logistics Park 4 resmi dimulai melalui seremoni groundbreaking pada Selasa (11/8/2026).

Fasilitas industri dan logistik berstandar Grade A tersebut berlokasi di Kawasan Industri Jababeka dan ditargetkan rampung pada 2027.

Setelah beroperasi, ESR Cikarang Logistics Park 4 akan menjadi fasilitas pergudangan modern yang disewakan kepada pihak ketiga atau non-captive terbesar di kawasan Jababeka.

Fasilitas tersebut menyasar kebutuhan perusahaan penyedia jasa logistik pihak ketiga atau third-party logistics (3PL) internasional dan regional, serta perusahaan manufaktur multinasional yang membutuhkan lokasi strategis dengan konektivitas kuat ke kawasan industri dan jaringan rantai pasok nasional.

Baca Juga: Knight Frank: Pasar Apartemen Sewa Jakarta Pulih, Hunian 67,6% per Semester I-2026

Selain proyek di Jababeka, investasi tersebut mencakup pembangunan ESR Cibitung Distribution Hub di kawasan MM2100 Industrial Town, Kabupaten Bekasi.

ESR Cibitung Distribution Hub merupakan fasilitas logistik tiga lantai berstandar Grade A yang ditargetkan mulai beroperasi pada 2028.

Fasilitas ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan pergudangan modern bagi aktivitas manufaktur dan distribusi regional.

Kedua proyek berada di koridor industri timur Jabodetabek yang merupakan salah satu klaster manufaktur dan logistik utama di Indonesia.

Penambahan fasilitas tersebut diharapkan memperkuat pasokan infrastruktur logistik modern sekaligus menopang perkembangan industri nasional dan rantai pasok yang semakin kompleks.

Baca Juga: Mencermati Peluang Warga RI Berinvestasi Properti di Australia

Pasar transportasi barang dan logistik Indonesia diproyeksikan mencapai lebih dari US$188 miliar pada 2031.

Pertumbuhan tersebut didorong oleh meningkatnya aktivitas e-commerce, ekspor produk manufaktur, serta konsumsi domestik.

Head of Southeast Asia ESR Jai Mirpuri mengatakan, Indonesia merupakan salah satu pasar yang menarik di Asia Tenggara dengan fundamental pertumbuhan yang kuat.

"Kami terus melihat tingginya permintaan pasar dari para pelanggan, baik di sektor manufaktur maupun logistik. Pembangunan fasilitas-fasilitas baru di kawasan Jabodetabek ini telah dirancang untuk memenuhi kebutuhan mereka yang terus berkembang," ujar Jai dalam keterangannya.

Menurut dia, kedua proyek tersebut berada di lokasi strategis untuk memenuhi permintaan pelanggan terhadap aset dengan skala lebih besar dan spesifikasi lebih tinggi.

Baca Juga: Campina Ice Cream Industry (CAMP) Cetak Penjualan Rp567,97 miliar per Semester I-2026

Fasilitas tersebut juga akan dilengkapi fitur yang mendukung otomatisasi, efisiensi operasional, dan aspek keberlanjutan.

Sementara itu, Ketua Dewan Direktur INA Oki Ramadhana mengatakan proyek tersebut menjadi bagian dari penguatan kemitraan INA dan ESR di Indonesia yang telah terjalin sejak 2023.

Menurut Oki, pembangunan dua fasilitas tersebut merupakan investasi strategis di sektor pergudangan modern Indonesia yang tingkat penetrasinya masih relatif rendah.

"Prospek pergudangan modern tetap kuat, didukung oleh tren nearshoring pada aktivitas manufaktur, peningkatan penetrasi e-commerce, dan industrialisasi yang terus berkembang," kata Oki.

Dia menilai keahlian ESR di sektor tersebut serta rekam jejak dalam pengembangan dan pengelolaan aset menjadi modal penting untuk menghadirkan fasilitas pergudangan yang sesuai dengan kebutuhan pasar.

Baca Juga: Inaplas Minta Bea Masuk LPG untuk Petrokimia 0% Berlaku Permanen

Dukung Otomatisasi

Kedua fasilitas logistik tersebut akan dikembangkan dengan standar teknis tinggi. Infrastruktur dirancang dengan jarak bebas vertikal yang tinggi serta daya dukung lantai yang diperkuat untuk mengakomodasi penggunaan teknologi otomasi dan kebutuhan operasional pelanggan.

Selain itu, fasilitas akan mengadopsi sejumlah desain hemat energi, termasuk pemanfaatan pencahayaan dan ventilasi alami.

Baca Juga: Tekanan Pasokan Chip Meningkat, Xiaomi Pastikan Ketersediaan Smartphone di Indonesia

Proyek tersebut juga akan dilengkapi sistem pembangkit energi terbarukan di lokasi serta sistem proteksi kebakaran yang mengacu pada standar industri.

Dengan pengembangan dua fasilitas tersebut, ESR dan INA berharap dapat memperkuat infrastruktur logistik modern sekaligus mendukung pertumbuhan manufaktur dan rantai pasok Indonesia di tengah meningkatnya kebutuhan ruang pergudangan berkualitas tinggi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×