kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.893.000   30.000   1,05%
  • USD/IDR 17.157   13,00   0,08%
  • IDX 7.624   -52,36   -0,68%
  • KOMPAS100 1.056   -6,56   -0,62%
  • LQ45 760   -4,37   -0,57%
  • ISSI 277   0,16   0,06%
  • IDX30 404   -2,51   -0,62%
  • IDXHIDIV20 489   -2,28   -0,46%
  • IDX80 118   -0,60   -0,51%
  • IDXV30 138   1,46   1,07%
  • IDXQ30 129   -0,80   -0,62%

Inabuyer 2026 Jadi Kanal UMKM Masuk Rantai Pasok Program Pemerintah


Rabu, 15 April 2026 / 19:32 WIB
Inabuyer 2026 Jadi Kanal UMKM Masuk Rantai Pasok Program Pemerintah
ILUSTRASI. Inabuyer 2026 Jadi Kanal UMKM Masuk Rantai Pasok Program Pemerintah (KONTAN/Leni Wandira)


Reporter: Leni Wandira | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah mendorong penguatan peran pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam rantai pasok nasional melalui gelaran Inabuyer B2B2G Expo 2026 yang akan berlangsung pada 5–7 Mei mendatang di Gedung SMESCO, Jakarta.

Kegiatan yang memasuki tahun keempat ini menjadi platform untuk mempertemukan UMKM dengan pembeli dari sektor pemerintah, BUMN, dan swasta, sekaligus menjawab kebutuhan pasar yang lebih konkret dan berkelanjutan.

Berbeda dari penyelenggaraan sebelumnya, Inabuyer 2026 diarahkan untuk mengintegrasikan UMKM ke dalam berbagai program prioritas pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), perumahan rakyat, hingga sekolah rakyat.

Wakil Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Helvi Moraza menegaskan pemerintah terus memperkuat keberpihakan terhadap pelaku usaha lokal melalui kebijakan yang terintegrasi.

Ia menegaskan bahwa Pemerintah terus berkomitmen memperkuat keberpihakan terhadap pengusaha lokal melalui kebijakan seperti Kampanye Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN), optimalisasi TKDN, serta pembatasan produk impor, termasuk melalui Inabuyer B2B2G Expo 2026. 

"Kegiatan ini menjadi momentum untuk membangkitkan produk lokal sekaligus mendorong kemitraan UMKM lintas sektor, dengan dukungan pemerintah, usaha besar, dan BUMN/BUMD. Kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat UMKM, rantai pasok, serta meningkatkan penggunaan produk dalam negeri sehingga mendorong pemerataan ekonomi dan daya saing nasional,” ujarnya di Jakarta, Rabu (15/4/2026).

Baca Juga: Kemendag: Transaksi Program UMKM Bisa Ekspor Tembus US$ 23,6 Juta pada Kuartal I-2026

Dari sisi pengadaan, Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) menilai belanja pemerintah menjadi instrumen penting dalam membuka akses pasar bagi UMKM.

“Kekuatan utama perekonomian Indonesia bertumpu pada jutaan pelaku UMKM dan koperasi di berbagai daerah. Dalam hal ini, belanja pemerintah memiliki peran strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus membuka akses pasar bagi pelaku usaha lokal. Melalui Inabuyer B2B2G Expo 2026, kami melihat peluang besar untuk mempertemukan kebutuhan pengadaan dengan kapasitas UMKM yang terus berkembang, sekaligus memperkuat ekosistem yang lebih inklusif, transparan, dan berpihak pada produk dalam negeri,” jelas Deputi Bidang Pengembangan Strategi dan Kebijakan LKPP Muhammad Aris Supriyanto.

Sementara itu, Ketua Umum HIPPINDO Budihardjo Iduansjah menilai sektor retail modern menjadi penggerak utama dalam menciptakan permintaan domestik yang terintegrasi dengan belanja pemerintah.

“Sektor konsumsi, termasuk retail modern, adalah motor utama pergerakan ekonomi. Dengan adanya Inabuyer B2B2G Expo 2026, kita memperkuat konektivitas antara belanja pemerintah melalui Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah, kementerian/lembaga, dan BUMN/ BUMD, dengan kebutuhan sektor swasta, khususnya sektor retail. Ini menciptakan demand yang nyata dan terintegrasi, sehingga mendorong perputaran ekonomi yang lebih besar di dalam negeri,” ujarnya.

Ia menambahkan, melalui gerakan nasional seperti Bangga Buatan Indonesia dan Belanja di Indonesia Aja, kebutuhan pasar domestik diharapkan dapat dipenuhi oleh produk dalam negeri, termasuk dari UMKM.

Baca Juga: Kebijakan WFH Berpotensi Tekan Pemasukan UMKM Makanan dan Minuman

“Melalui gerakan nasional seperti BINA (Belanja di Indonesia Aja), kami mendorong agar seluruh kebutuhan tersebut dipenuhi oleh produk dalam negeri," ujarnya.

Menurutnya, retail, industri, hingga sektor pariwisata, termasuk wisatawan yang datang untuk berbelanja, semuanya membutuhkan produk. Ini adalah momentum besar, dan Inabuyer menjadi platform untuk menghadirkan lebih banyak produsen dalam negeri, termasuk UMKM, agar dapat menjadi bagian dari ekosistem tersebut. 

"Artinya, kita tidak hanya bicara mempertemukan buyer dan seller, tetapi membangun ekosistem perdagangan dalam negeri yang kuat. Ketika demand sudah ada, baik dari pemerintah, retail, maupun pasar wisata maka tugas kita adalah memastikan supply dari dalam negeri siap dan mampu mengisi kebutuhan tersebut,” tambahnya.

Selain memperluas akses pasar, Inabuyer 2026 juga membawa misi pemulihan ekonomi melalui program Showcase UMKM Bangkit yang melibatkan pelaku usaha terdampak bencana dari sejumlah daerah di Sumatera.

Pada penyelenggaraan sebelumnya, ajang ini mencatat potensi kerja sama sebesar Rp1,58 triliun dengan realisasi transaksi lebih dari Rp2,5 triliun. Capaian tersebut menjadi dasar penguatan pelaksanaan tahun ini agar dampaknya semakin luas terhadap perekonomian nasional.

Baca Juga: KKP Fasilitasi UMKM Perikanan Tembus Retail Modern lewat Business Matching 2026

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Apa dampak bagi saya, jika saya...



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×