kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.843.000   0   0,00%
  • USD/IDR 16.921   -74,00   -0,44%
  • IDX 7.107   84,55   1,20%
  • KOMPAS100 978   11,34   1,17%
  • LQ45 722   8,69   1,22%
  • ISSI 249   4,23   1,73%
  • IDX30 393   5,52   1,42%
  • IDXHIDIV20 489   3,83   0,79%
  • IDX80 110   1,42   1,31%
  • IDXV30 134   2,21   1,67%
  • IDXQ30 127   1,16   0,92%

Kebijakan WFH Berpotensi Tekan Pemasukan UMKM Makanan dan Minuman


Selasa, 24 Maret 2026 / 18:13 WIB
Kebijakan WFH Berpotensi Tekan Pemasukan UMKM Makanan dan Minuman
ILUSTRASI. Soto Mie Teh Usy (KONTAN/Jose Akmal)


Reporter: Chelsea Anastasia | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Asosiasi UMKM Indonesia (Akumindo) menilai kebijakan Work From Home (WFH)/Work From Anywhere (WFA) untuk aparatur sipil negara (ASN) dan karyawan swasta dapat menekan pendapatan bisnis skala usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), khususnya di sektor makanan dan minuman (mamin) alias food & beverages (F&B).

Asal tahu saja, rencana pemerintah menetapkan kebijakan WFH/WFA pasca libur Lebaran ini disebut sebagai upaya pemerintah untuk melakukan efisiensi bahan bakar minyak (BBM). Langkah ini diambil imbas kenaikan harga minyak dunia akibat konflik di Timur Tengah yang melibatkan Israel-Amerika Serikat (AS) dan Iran.

Sekretaris Jenderal Akumindo, Edy Misero menilai bahwa aktivitas bekerja di kantor cukup krusial bagi UMKM mamin lantaran peningkatan aktivitas pembelian di jam tertentu, misalnya saat jam makan siang.

Baca Juga: Strategi Segar Kumala Indonesia (BUAH) Kejar Pendapatan Bertumbuh 4% pada 2026

"Kalau kerja dari rumah, tentunya makan, ngopi, dan pemenuhan kebutuhan pokok lainnya juga pasti dipenuhi dari rumah. Artinya, aktivitas pembelian di luar juga ada pengurangan," jelasnya kepada Kontan, Selasa (24/3/2026).

Seiring penurunan aktivitas, lanjut Edy, pendapatan atau pemasukan para pelaku UMKM juga bakal berkurang. Meski belum menaksir besaran risiko kebijakan ini ke pelaku UMKM, menurutnya UMKM akan tetap terdampak selama konflik Timur Tengah berlanjut bahkan memanas.

Akumindo berharap, setelah diterapkan, realisasi kebijakan ini tidak berlarut atau terlalu lama agar pergerakan ekonomi UMKM mampu pulih.

"Dengan begitu, kami berharap bisa memasarkan produk kami lebih lagi. Dengan adanya interaksi langsung, masyarakat dapat melihat produk secara nyata sehingga lebih tertarik untuk membeli. Selain itu, penerapan WFH juga berpotensi mengurangi perputaran ekonomi Indonesia secara umum,” pungkas Edy.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Financial Statement in Action

[X]
×