kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.613.000   -9.000   -0,34%
  • USD/IDR 18.096   61,00   0,34%
  • IDX 6.131   -55,20   -0,89%
  • KOMPAS100 800   -7,14   -0,88%
  • LQ45 608   -4,53   -0,74%
  • ISSI 212   -1,96   -0,92%
  • IDX30 342   -2,78   -0,81%
  • IDXHIDIV20 423   -3,94   -0,92%
  • IDX80 91   -0,74   -0,80%
  • IDXV30 116   -0,67   -0,57%
  • IDXQ30 110   -0,83   -0,75%

INAPLAS: Bea Masuk 0% LPG Bisa Perkuat Pasokan Bahan Baku Industri Petrokimia


Selasa, 28 Juli 2026 / 20:17 WIB
INAPLAS: Bea Masuk 0% LPG Bisa Perkuat Pasokan Bahan Baku Industri Petrokimia
ILUSTRASI. Fajar Budiono, Sekretaris jenderal Inaplas (DOK/PRIBADI)


Reporter: Prayogi Ikhrawinata | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Asosiasi Industri Olefin, Aromatik, dan Plastik Indonesia (INAPLAS), menilai kebijakan tarif Bea Masuk (BM) 0% untuk impor Liquefied Petroleum Gas (LPG), akan membantu menjaga pasokan bahan baku industri petrokimia. Kebijakan tersebut dinilai penting di tengah gangguan pasokan nafta akibat ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah.

Sekretaris Jenderal INAPLAS Fajar Budiono mengatakan, fasilitas Bea Masuk 0% dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 50 Tahun 2026, merupakan usulan yang telah lama disampaikan pelaku industri kepada pemerintah.

“PMK Nomor 50 Tahun 2026 memang sudah lama kami usulkan. Saat terjadi gangguan pasokan nafta, industri membutuhkan alternatif bahan baku seperti LPG dan kondensat agar produksi tetap berjalan,” ujar Fajar kepada KONTAN, Minggu (26/7).

Baca Juga: PHK Massal Mengancam, Apindo Catat 126.000 Pekerja Terdampak hingga Mei 2026

Menurutnya, sejumlah produsen petrokimia nasional telah meningkatkan teknologi sehingga dapat menggunakan LPG maupun kondensat sebagai bahan baku alternatif. Chandra Asri mampu mensubstitusi sekitar 30% kebutuhan nafta, sedangkan LOTTE Chemical Indonesia hingga sekitar 40%.

Fajar menegaskan, penggunaan LPG bukan berarti selalu lebih murah dibandingkan nafta. Namun, fleksibilitas tersebut memberi pilihan bagi industri saat pasokan bahan baku utama terganggu.

“Semangatnya adalah memperkuat daya saing melalui fleksibilitas penggunaan bahan baku sekaligus mengantisipasi kelangkaan nafta,” katanya.

Ia menambahkan, pasokan bahan baku yang lebih terjaga juga akan membantu industri hilir, seperti plastik dan kemasan, memenuhi kebutuhan pasar domestik.

“Yang paling utama adalah ketersediaan barang. Kalau pasokan terganggu, otomatis akan memengaruhi harga,” ujarnya.

Ke depan, INAPLAS berharap implementasi PMK Nomor 50 Tahun 2026 dapat memperkuat ketahanan pasokan bahan baku sehingga industri petrokimia dan industri hilir tetap kompetitif di tengah ketidakpastian rantai pasok global.

Baca Juga: Satgas PHK Belum Cukup, APINDO Sebut Butuh Benahi Hulu Industri untuk Cegah PHK

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Legacy Data-Driven Forecasting: Prediksi Penjualan Lebih Akurat, Keputusan Bisnis Lebih Tepat

[X]
×