kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.773.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

India akan ekspor beras jika produksinya surplus


Jumat, 07 Oktober 2011 / 16:09 WIB
ILUSTRASI. promo Tupperware November 2020


Reporter: Dani Prasetya | Editor: Edy Can

JAKARTA. Niat pemerintah mengimpor beras dari India belum bisa terlaksana. Pasalnya, India baru menjual jika produksi beras dalam negerinya berlebih.

Bila ada surplus, Badan Urusan Logistik (Bulog) tinggal menghubungi eksportir beras di India. Direktur Jenderal Kerja Sama Perdagangan Internasional Gusmardi Bustami mengatakan, Bulog hanya perlu berkomunikasi dengan eksportir India melalui Kedutaan Indonesia di India atau Kedutaan India di Indonesia.

Pemerintah sendiri sudah membicarakan impor beras ini dengan India. Menteri Perdagangan Elka Pangestu mengatakan, impor beras dari India ini tidak membutuhkan payung hukum kerjasama antar pemerintah. "Bulog bisa langsung bertemu dengan pihak India yang melakukan ekspor beras," katanya, Jumat (7/10).

Hanya saja, India baru akan membuka jalur ekspor beras apabila produksi dalam negeri melebihi kebutuhan domestik.
Seperti diketahui, Indonesia mencari alternatif negara eksportir beras lain apabila Thailand memfinalisasi pembatalan ekspor beras sebesar 300.000 ton ke Indonesia.

Mari mengatakan, pemerintah kemungkinan besar akan menjadikan Pakistan dan India sebagai negara pemasok beras selain Thailand dan Vietna,. Apalagi, lanjutnya, India sudah mengumumkan telah mengantongi izin untuk melakukan ekspor beras tahun ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×