kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   -30.000   -1,12%
  • USD/IDR 17.664   -12,00   -0,07%
  • IDX 6.636   -31,42   -0,47%
  • KOMPAS100 867   -5,52   -0,63%
  • LQ45 658   -5,19   -0,78%
  • ISSI 231   -0,99   -0,43%
  • IDX30 368   -3,06   -0,83%
  • IDXHIDIV20 455   -4,73   -1,03%
  • IDX80 99   -0,80   -0,81%
  • IDXV30 125   -1,37   -1,08%
  • IDXQ30 118   -1,17   -0,99%

India akan ekspor beras jika produksinya surplus


Jumat, 07 Oktober 2011 / 16:09 WIB
ILUSTRASI. promo Tupperware November 2020


Reporter: Dani Prasetya | Editor: Edy Can

JAKARTA. Niat pemerintah mengimpor beras dari India belum bisa terlaksana. Pasalnya, India baru menjual jika produksi beras dalam negerinya berlebih.

Bila ada surplus, Badan Urusan Logistik (Bulog) tinggal menghubungi eksportir beras di India. Direktur Jenderal Kerja Sama Perdagangan Internasional Gusmardi Bustami mengatakan, Bulog hanya perlu berkomunikasi dengan eksportir India melalui Kedutaan Indonesia di India atau Kedutaan India di Indonesia.

Pemerintah sendiri sudah membicarakan impor beras ini dengan India. Menteri Perdagangan Elka Pangestu mengatakan, impor beras dari India ini tidak membutuhkan payung hukum kerjasama antar pemerintah. "Bulog bisa langsung bertemu dengan pihak India yang melakukan ekspor beras," katanya, Jumat (7/10).

Hanya saja, India baru akan membuka jalur ekspor beras apabila produksi dalam negeri melebihi kebutuhan domestik.
Seperti diketahui, Indonesia mencari alternatif negara eksportir beras lain apabila Thailand memfinalisasi pembatalan ekspor beras sebesar 300.000 ton ke Indonesia.

Mari mengatakan, pemerintah kemungkinan besar akan menjadikan Pakistan dan India sebagai negara pemasok beras selain Thailand dan Vietna,. Apalagi, lanjutnya, India sudah mengumumkan telah mengantongi izin untuk melakukan ekspor beras tahun ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×