Reporter: Vina Elvira | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Indo American Seafoods Tbk (ISEA) menargetkan pertumbuhan penjualan sekitar 20%–30% secara tahunan (yoy) sepanjang tahun 2026.
Direktur Utama ISEA Ibnu Surya Ramadhan menyampaikan bahwa manajemen melihat prospek bisnis untuk tahun ini masih berada di jalur positif, sejalan dengan perluasan pasar ekspor ke beberapa negara tujuan utama.
“Untuk tahun 2026 ke depan, ekspektasi kami masih akan lebih baik daripada tahun 2025. Kenaikan omzet tahun 2026 kemungkinan ekspektasi kami sekitar 20–30 persen dari tahun 2025,” ujar Ibnu, dalam Paparan Publik, Senin (8/6).
Baca Juga: Modantara Angkat Bicara Soal Ride-Hailing Masuk ke Model Bisnis PMSE
Ia melanjutkan, pertumbuhan kinerja tahun ini akan didorong oleh optimalisasi pasar ekspor yang telah ada, khususnya Amerika Serikat dan Jepang. Namun, ISEA juga mulai melakukan ekspansi ke negara Asia lainnya seperti China, Taiwan, dan pasar global lain.
Di sisi lain, manajemen melihat kondisi industri perikanan juga masih diterpa sejumlah tantangan, termasuk dampak dari ketidakpastian global yang mengganggu rantai pasak global.
Hal ini, lanjut Ibnu, membuat terjadinya keterlambatan pengiriman (delay) ke pasar tertentu, terutama Amerika Serikat, yang saat ini dapat mencapai 50–60 hari dari sebelumnya sekitar 30–35 hari.
Selain itu, perusahaan menyoroti tantangan pada ketersediaan bahan baku dan kemasan (packaging) seiring dengan kenaikan harga minyak global.
Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, ISEA menegaskan akan memperkuat komunikasi dengan asosiasi industri dan pihak terkait.
“Kami berusaha berkomunikasi dengan asosiasi dan dinas terkait. Karena sifatnya adalah kebersamaan, karena tidak hanya kami yang terkena dampak seperti ini,” jelasnya.
Selain ekspansi pasar, ISEA juga menekankan strategi efisiensi biaya dan peningkatan produktivitas, termasuk optimalisasi kapasitas produksi untuk meningkatkan utilisasi fasilitas pengolahan.
Tak hanya itu, perusahaan akan memperkuat efektivitas rantai pasok terintegrasi guna menjaga kualitas dan keandalan pasokan di tengah persaingan global yang semakin ketat.
Di sisi lain, perusahaan masih mencermati kebijakan domestik terkait ekspor, termasuk implementasi aturan devisa hasil ekspor (DHE). Namun hingga saat ini, ISEA menyebut implementasi teknis masih difokuskan pada sektor tertentu.
Kinerja perusahaan pada awal tahun 2026 menunjukkan tren positif. Pada kuartal I-2026, ISEA membukukan kenaikan penjualan signifikan menjadi Rp 181,19 miliar, dari sebelumnya Rp 106,61 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Pertumbuhan tersebut terutama ditopang oleh kontribusi ekspor yang mencapai sekitar Rp 180 miliar.
Dari sisi profitabilitas, ISEA juga berhasil berbalik mencatatkan laba sebesar Rp 2,16 miliar, dibandingkan rugi Rp 5,36 miliar pada periode sebelumnya
Baca Juga: Ekspor Satu Pintu Lewat DSI, Bahlil: Royalti Bakal Dikenakan Sesuai HBA
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













