kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Indo Tambangraya Megah (ITMG) berusaha pertahankan pangsa pasar


Minggu, 22 Desember 2019 / 16:09 WIB
 Indo Tambangraya Megah (ITMG) berusaha pertahankan pangsa pasar
ILUSTRASI. Pertambangan batubara PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG).


Reporter: Dimas Andi | Editor: Azis Husaini

KONTAN.CO.ID -JAKARTA. Meski performa keuangannya melemah, PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) masih mencatatkan produktivitas batubara yang positif. Perusahaan ini juga berupaya agar hasil produksi batubaranya bisa terserap secara optimal di pasar.

Sebagai catatan, hingga kuartal tiga lalu ITMG mampu memproduksi batubara sebanyak 18,2 juta ton atau naik 15,92% (yoy). Emiten ini masih optimistis mampu memproduksi 23,5 juta ton batubara hingga tutup tahun nanti.

Baca Juga: Indo Tambangraya Megah (ITMG) harap bisnis batubara paska perang dagang moncer

Adapun untuk target produksi batubara di tahun depan, Direktur Hubungan Investor ITMG Yulius Gozali bilang, pihaknya masih membahas hal tersebut dan sedang dalam proses finalisasi.

Jika ditelusuri, penjualan batubara ITMG per kuartal tiga kemarin didominasi ekspor ke Asia Tenggara non-Indonesia, India, dan Pakistan senilai US$ 530,94 juta. Kemudian diikuti oleh Taiwan, China, Hong Kong, Korea sebesar US$ 328,95 juta.

Yulius mengaku, permintaan ekspor masih tergolong stabil meski terjadi penurunan harga batubara. Sebab, kebanyakan pelanggan ITMG merupakan pelanggan premium yang cocok dengan jenis batubara produksi perusahaan.

ITMG juga berusaha mempertahankan pangsa pasar ekspor yang sudah ada sembari terus menjajaki potensi pasar baru di negara-negara berkembang seperti Vietnam, Bangladesh, dan Myanmar.

Sementara itu, Yulius tidak menjelaskan secara rinci capaian produksi batubara ITMG khusus untuk domestic market obligation (DMO) sampai saat ini. Namun, ia bilang pihaknya memasarkan 15% dari volume penjualan batubara secara keseluruhan untuk pasar domestik di tahun ini.

Baca Juga: Menteri ESDM panggil petambang batubara bahas soal harga DMO US$ 70 per ton

Sedangkan untuk sisanya, perusahaan akan melakukan transfer kuota demi memenuhi kewajiban DMO batubara. “Sebagian besar batubara kami berkalori tinggi sehingga tidak cocok bagi pasar dalam negeri,” ujar dia, Jumat (20/12).

Meski berhasil mencetak produktivitas tinggi, ITMG justru mengalami penurunan pendapatan di kuartal tiga lalu sebesar 7,8% (yoy) menjadi US$ 1,30 miliar. Di saat yang sama, laba bersih perusahaan turun 49,23% (yoy) menjadi US$ 101,21 juta.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×