kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.633.000   -8.000   -0,30%
  • USD/IDR 18.135   100,00   0,55%
  • IDX 5.912   39,07   0,67%
  • KOMPAS100 769   5,82   0,76%
  • LQ45 587   4,49   0,77%
  • ISSI 203   0,67   0,33%
  • IDX30 333   2,19   0,66%
  • IDXHIDIV20 411   0,93   0,23%
  • IDX80 88   0,82   0,94%
  • IDXV30 111   0,16   0,14%
  • IDXQ30 107   0,26   0,24%

Bahlil: Implementasi B50 Hemat Devisa Rp 170 Triliun dan Serap 2,1 Juta Tenaga Kerja


Kamis, 09 Juli 2026 / 15:45 WIB
Bahlil: Implementasi B50 Hemat Devisa Rp 170 Triliun dan Serap 2,1 Juta Tenaga Kerja
ILUSTRASI. ESDM Pertimbangkan Impor Minyak dari Rusia, Prioritaskan Harga Kompetitif dan Pasokan (KONTAN/Diki Mardiansyah)


Reporter: Arif Ferdianto | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia menegaskan, implementasi kebijakan B50 bakal memberikan dampak positif yang bagi perekonomian nasional, terutama dalam menekan angka impor minyak.

Hal tersebut diungkapnya saat peluncuran program mandatori biodiesel 50% atau B50 di KM 57 Tol Jakarta-Cikampek pada Kamis (9/7/2026).

Bahlil menyebutkan, lompatan dari program B40 ke B50 memberikan dorongan nilai efisiensi fiskal yang sangat besar bagi Indonesia.

"Yang berikut meningkatkan penghematan devisa kurang lebih sekitar Rp 133 triliun pada program B40, nah dengan implementasi B50 itu ternyata Rp 170 triliun," ujarnya dilansir dari siaran Sekretariat Presiden, Kamis (9/7/2026).

Baca Juga: Jalan Tol Berlubang Jadi Sorotan, Kementerian PU Siapkan Aturan Baru SPM

Bahlil mengungkapkan, kebijakan hilirisasi kelapa sawit ini juga diproyeksikan memberikan kepastian serapan pasar bagi para petani swadaya di daerah. Pemerintah berkomitmen mengalihkan alokasi ekspor mentah ke industri dalam negeri saat pasar global melemah.

"Jadi kalau pengusaha-pengusaha kita, katakanlah CPO harganya di luar rendah dan negara lain tidak mau, sebagian kita sisihkan saja untuk kita bangun hilirisasi B50 supaya harga petani naik, industri naik, negara sejahtera," ungkapnya.

Berikutnya, kata Bahlil, peningkatan bauran energi bersih ini secara langsung mengerek volume konsumsi minyak sawit mentah domestik serta memperluas lapangan pekerjaan baru. 

"Meningkatkan nilai tambah industri CPO dari Rp20,92 triliun menjadi Rp23,49 triliun. Meningkatkan penyerapan tenaga kerja dari sekitar 1,8 juta orang pada program B40 menjadi 2,1 juta tenaga kerja dengan B50," tuturnya.

Lebih lanjut, Bahlil menambahkan, selain aspek ekonomi, penerapan bahan bakar nabati ini menjadi komitmen kuat pemerintah dalam mengejar target penurunan emisi karbon global. Peningkatan volume B50 diklaim efektif menekan polusi udara secara nasional. 

"Dan lebih dari itu dalam rangka menjaga bumi kita adalah meningkatkan penurunan emisi gas rumah kaca dari 39,66 juta ton CO2 menjadi sekitar 44,46 juta ton CO2. Jadi dia menurunkan konsumsi peredaran CO2 kita," pungkasnya.

Baca Juga: Libur Sekolah 2026, Eastparc Hotel (EAST): Rata-rata Okupansi Kamar Hampir 100%

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Teori, Strategi & Taktik Penagihan Kredit/ Piutang Macet Secara Dini & Terintegrasi Serta Efisien & Efektif

[X]
×