Reporter: Noverius Laoli | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Syngenta Indonesia memperkuat strategi bisnisnya di sektor pertanian dengan memperluas program pengembangan kapasitas petani bersama Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA).
Langkah ini diarahkan untuk mempercepat adopsi teknologi pertanian, meningkatkan produktivitas, sekaligus memperkuat keberlanjutan usaha tani di Indonesia.
Kolaborasi tersebut difokuskan pada peningkatan kompetensi petani melalui pelatihan, penyuluhan, dan pendampingan di lapangan.
Selain itu, Syngenta juga akan memperkenalkan teknologi perbenihan terbaru kepada anggota KTNA guna mendukung peningkatan hasil produksi serta efisiensi budidaya.
Baca Juga: Dongkrak Produktivitas Pertanian, Syngenta Bangun Basis Bisnis Petani Perempuan
Program ini juga mencakup berbagai kegiatan bersama yang dirancang untuk memperluas akses petani terhadap inovasi pertanian dan mempercepat transfer pengetahuan serta teknologi.
Dengan pendekatan tersebut, Syngenta berharap petani dapat meningkatkan produktivitas sekaligus memperkuat daya saing usaha taninya.
Kerja sama kedua pihak sejatinya telah berjalan selama beberapa tahun terakhir melalui berbagai program pemberdayaan petani.
Di antaranya, kunjungan anggota dan pengurus KTNA ke fasilitas pengolahan benih jagung hibrida milik Syngenta Indonesia di Pasuruan, Jawa Timur, untuk mempelajari proses produksi dan inovasi pengolahan benih.
Selain itu, kedua pihak juga menjalankan Festival Stewardship sebagai sarana edukasi mengenai penggunaan produk perlindungan tanaman yang tepat dan bertanggung jawab sehingga mendukung praktik budidaya yang berkelanjutan.
Presiden Direktur Syngenta Indonesia, Eryanto, mengatakan, kolaborasi tersebut menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam menghadirkan inovasi lebih dekat kepada petani melalui visi Petani MAJU, yang berfokus pada peningkatan produktivitas, profitabilitas, dan keberlanjutan sektor pertanian.
Baca Juga: Syngenta Indonesia Dorong Produktivitas Hortikultura dengan Buku Pintar Budidaya
"Kolaborasi ini membawa inovasi dan dukungan lebih dekat kepada petani. Syngenta Indonesia menjalankan kegiatan pemberdayaan petani melalui visi Petani MAJU, dengan fokus pada produktivitas, profitabilitas, dan keberlanjutan pertanian," ujar Eryanto dalam siaran pers, Kamis (9/7/2026).
Sebagai penguatan kerja sama tersebut, Syngenta Indonesia dan KTNA menandatangani Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) pada sesi Rembug Utama Pekan Nasional (PENAS) KTNA XVII di Limboto, Gorontalo, pada 19 Juni 2026.
MoU ditandatangani oleh Presiden Direktur Syngenta Indonesia Eryanto dan Ketua Umum KTNA Nasional Mohammad Yadi Sofyan Noor.
Kesepakatan ini menjadi pembaruan sekaligus formalisasi kerja sama yang selama ini telah berjalan, dengan ruang lingkup mencakup program pemberdayaan petani, penguatan pengetahuan, perluasan akses terhadap inovasi, serta pengembangan kapasitas petani di berbagai daerah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














