Reporter: Vina Elvira | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk (SRAJ) atau Mayapada Healthcare melanjutkan agenda ekspansi jaringan dalam beberapa tahun ke depan, mulai dari penambahan kapasitas di unit existing hingga rencana pembangunan rumah sakit baru.
Yang teranyar, perusahaan meresmikan Mayapada Hospital Jakarta Timur (MHJT) sebagai rumah sakit ke-8 dalam jaringan Mayapada Healthcare sekaligus rumah sakit ketiga di wilayah Jakarta.
President Director & CEO Mayapada Healthcare Navin Sonthalia mengatakan strategi ekspansi perusahaan tak hanya direalisasikan melalui pembangunan rumah sakit baru tapi juga penambahan kapasitas di sejumlah rumah sakit yang telah beroperasi.
Baca Juga: Tren Buku dan Alat Tulis Berdesain Unik Dorong Penjualan Jelang Tahun Ajaran Baru
Perusahaan saat ini sedang membangun Tower 3 Mayapada Hospital Jakarta Selatan di Lebak Bulus. Tower baru tersebut memiliki luas sekitar 90.000 meter persegi.
"Dengan Tower 1, 2, dan 3, totalnya bisa sekitar 190.000 square meter. Sekitar 450 bed yang bisa diekspansi lagi, ini akan menjadi rumah sakit swasta terbesar di Indonesia di satu lokasi,” ungkap Navin, dalam acara peresmian Mayapada Hospital Jakarta Timur (MHJT), Kamis (9/7/2026).
Selain itu, SRAJ tengah membangun Tower 4 di Mayapada Hospital Tangerang serta Tower 2 di Mayapada Hospital Surabaya.
Ada juga pembangunan rumah sakit internasional di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata dan Kesehatan Internasional Batam yang ditargetkan mulai beroperasi pada 2028.
Di sisi lain, perusahaan juga tengah mengkaji rencana pengembangan rumah sakit baru untuk tahun mendatang. Seperti di Surabaya misalnya, perseroan memiliki rencana untuk membangun rumah sakit di Surabaya pada 2029.
Baca Juga: PBID Bidik Pasar UMKM Mamin untuk Dongkrak Penjualan Kemasan Plastik pada 2026
Sementara di Jakarta, Mayapada Healthcare melihat masih terdapat ruang untuk menambah satu hingga dua rumah sakit lagi melalui akuisisi lahan maupun kerja sama dengan mitra.
“Kami akan cari tanah atau partner yang bisa bekerja sama dengan kami untuk mulai membangun rumah sakit. Misalkan ada yang punya tanah dan ingin membangun rumah sakit yang dibangun maupun di-manage oleh Mayapada Hospital, kami bersedia untuk itu," ungkapnya.
Terkait kebutuhan investasi, Navin mengatakan besaran belanja modal sangat bergantung pada jenis proyek yang dibangun.
Sebagai gambaran, pembangunan rumah sakit baru seperti Mayapada Hospital Jakarta Timur membutuhkan investasi sekitar Rp 400 miliar hingga Rp 600 miliar.
Sedangkan untuk pembangunan Tower 3 Mayapada Hospital Jakarta Selatan dibutuhkan investasi yang lebih besar, atau mencapai di atas Rp 1 triliun.
Di sisi lain, Mayapada Healthcare juga terus meningkatkan kualitas layanan melalui penerapan standar internasional di seluruh jaringan rumah sakitnya.
Chief Medical Officer Mayapada Healthcare, Dini Handayani mengatakan rumah sakit flagship Mayapada di Jakarta Selatan telah memiliki akreditasi internasional dan saat ini perusahaan juga sedang mengajukan sejumlah sertifikasi internasional untuk berbagai Center of Excellence, seperti layanan ortopedi dan diabetes.
"Setiap standar layanan itu akan menjadi standar internasional yang juga digunakan oleh seluruh unit Mayapada Group. Mudah-mudahan dengan adanya standar itu, masyarakat bisa melihat bahwa apa yang kami lakukan di Indonesia sudah setara dengan yang dilakukan di luar negeri, baik di Penang, Malaysia maupun Singapura," jelasnya.
Selain standardisasi layanan dan peralatan medis, Mayapada juga memperkuat kompetensi sumber daya manusia, mulai dari dokter spesialis, dokter umum hingga tenaga keperawatan.
Di sisi lain, sejumlah dokter umum Mayapada juga telah mengikuti pelatihan Emergency Medicine melalui kolaborasi dengan Apollo Hospital India.
"Kami meng-upgrade dokter-dokter kami, baik dokter spesialis, dokter umum maupun perawat. Jadi tidak hanya alat dan standardisasi, tetapi juga SDM. Tujuannya agar masyarakat Indonesia bisa mendapatkan layanan yang setara dengan luar negeri tanpa harus pergi ke luar negeri, karena standar kami juga sama, baik dari sisi SDM maupun sertifikasi rumah sakit," tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














