kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.868.000   -20.000   -0,69%
  • USD/IDR 17.206   48,00   0,28%
  • IDX 7.634   12,62   0,17%
  • KOMPAS100 1.054   2,19   0,21%
  • LQ45 759   1,54   0,20%
  • ISSI 277   0,40   0,14%
  • IDX30 403   0,28   0,07%
  • IDXHIDIV20 490   1,86   0,38%
  • IDX80 118   0,34   0,29%
  • IDXV30 139   0,96   0,70%
  • IDXQ30 129   0,30   0,23%

Indonesia berpotensi jadi tempat relokasi pabrik otomotif dari negara Asia


Jumat, 21 Oktober 2011 / 18:08 WIB
ILUSTRASI. Perdana Menteri Pakistan Imran Khan dan Presiden China Xi Jinping.


Reporter: Dani Prasetya | Editor: Rizki Caturini

JAKARTA. Perlambatan ekonomi yang dialami Jepang akibat krisis nuklir dan Thailand yang sedang mengalami musibah banjir membuka peluang bagi Indonesia menjadi tempat relokasi otomotif dari beberapa negara-negara produsen mobil.

Seperti diberitakan sebelumnya, industri otomotif Thailand tengah terganggu, beberapa produsen mobil seperti Toyota dan Honda terpaksa menyetop produksi karena bencana banjir yang melanda negara itu.

"Ini waktunya kita menggalakkan investasi otomotif dan termasuk subsektor komponen," ungkap Menteri Perindustrian M.S. Hidayat, usai rapat koordinasi Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI), Jumat (21/10).

Apalagi, Indonesia memang diberi kesempatan menjadi daerah relokasi otomotif yang mulai dibicarakan. "Dari Jepang ada yang sudah mau masuk, tapi umumnya di sektor otomotif, elektronik, dan komponen," tuturnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×