kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.000   153,00   0,86%
  • IDX 5.941   -254,36   -4,11%
  • KOMPAS100 785   -38,94   -4,72%
  • LQ45 589   -30,28   -4,89%
  • ISSI 206   -8,52   -3,97%
  • IDX30 334   -15,73   -4,50%
  • IDXHIDIV20 412   -15,89   -3,71%
  • IDX80 89   -4,83   -5,16%
  • IDXV30 113   -4,09   -3,48%
  • IDXQ30 108   -4,46   -3,97%

Indonesia berpotensi jadi tempat relokasi pabrik otomotif dari negara Asia


Jumat, 21 Oktober 2011 / 18:08 WIB
ILUSTRASI. Perdana Menteri Pakistan Imran Khan dan Presiden China Xi Jinping.


Reporter: Dani Prasetya | Editor: Rizki Caturini

JAKARTA. Perlambatan ekonomi yang dialami Jepang akibat krisis nuklir dan Thailand yang sedang mengalami musibah banjir membuka peluang bagi Indonesia menjadi tempat relokasi otomotif dari beberapa negara-negara produsen mobil.

Seperti diberitakan sebelumnya, industri otomotif Thailand tengah terganggu, beberapa produsen mobil seperti Toyota dan Honda terpaksa menyetop produksi karena bencana banjir yang melanda negara itu.

"Ini waktunya kita menggalakkan investasi otomotif dan termasuk subsektor komponen," ungkap Menteri Perindustrian M.S. Hidayat, usai rapat koordinasi Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI), Jumat (21/10).

Apalagi, Indonesia memang diberi kesempatan menjadi daerah relokasi otomotif yang mulai dibicarakan. "Dari Jepang ada yang sudah mau masuk, tapi umumnya di sektor otomotif, elektronik, dan komponen," tuturnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×