kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Indonesia bisa jadi pemasok tambang dunia, asal..


Senin, 28 Oktober 2013 / 18:56 WIB
ILUSTRASI. Pengelola hotel asal Majalengka, PT Hotel Fitra International Tbk (FITT)


Reporter: Emma Ratna Fury | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Para pengusaha yang tergabung dalam Kamar Dagang Indonesia (Kadin) meminta pemerintah agar fokus pada lima komoditas untuk industri hulu. Kelima  komoditas tersebut yaitu tembaga, emas, besi, aluminium, dan nikel.

Dengan mengolah lima komoditas tersebut di dalam negeri, Indonesia akan menjadi pemasok terbesar ke berbagai negara. "Kalau lima komoditi industri hulu itu sukses, maka Indonesia akan menjadi negara terbesar, bukan hanya men-supply dalam negeri saja, tapi juga dunia," kata Natsir Mansyur, Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Pemberdayaan Daerah Tertinggal dan Bulog  di Aryaduta Hotel Jakarta, Senin (28/10).

Salah satunya dengan menyukseskan pembangunan tiga pabrik tiga pabrik pemurnian bijih tembaga (smelter). Seperti diketahui bahwa PT Smelting akan mendirikan tiga pabrik smelter dan mendapat pasokan konsentrat dari PT Freeport dan PT Newmont.

Jika ketiga pabrik tersebut rampung di 2017, maka Indonesia dapat men-supply konsentrat tembaga sebesar 600.000 ton. "Maka kita akan menjadi supplier terbesar di dunia pada tahun 2017-2018", imbuhnya.

Untuk mendirikan tiga smelter tersebut dibutuhkan investasi sekitar US$ 3 miliar. Saat ini investasi yang sudah dikeluarkan sekitar US$ 2 miliar. Menurut Natsir untuk harga konsentrat itu nantinya akan mengacu pada bursa London Metal Exchange (LME).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×