kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.605.000   -25.000   -0,95%
  • USD/IDR 17.903   68,00   0,38%
  • IDX 6.309   -66,19   -1,04%
  • KOMPAS100 822   -10,52   -1,26%
  • LQ45 626   -7,44   -1,18%
  • ISSI 218   -2,44   -1,11%
  • IDX30 347   -3,69   -1,05%
  • IDXHIDIV20 431   -3,54   -0,82%
  • IDX80 94   -1,14   -1,20%
  • IDXV30 118   -0,86   -0,73%
  • IDXQ30 111   -1,08   -0,97%

Indonesia impor 175.000 ton beras dari Thailand


Rabu, 03 September 2014 / 09:30 WIB
ILUSTRASI. Nasabah menggunakan aplikasi Astra life, Kamis (19/8). /pho KONTAN/Carolus Agus Waluyo/19/08/2021.


Reporter: Asnil Bambani Amri | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) memastikan untuk mengimpor sebanyak 175.000 ton beras dalam waktu dekat ini. Jika tak ada aral melintang, realisasi impor beras akan dilakukan dalam tiga bulan ke depan.

"Tiga bulan lagi pengirimannya," kata Soetarto Ali Moeso, Direktur Utama Perum Bulog kepada KONTAN, Selasa malam (2/9). Untuk diketahui saja, beras tersebut dibeli dari Thailand melalui kesepakatan antara Perum Bulog dengan pemerintah.junta militer Thailand.

Untuk penandatanganan pembelian beras tersebut, pihak Perum Bulog akan datang ke Thailand dalam waktu dekat ini. Adapun beras yang dibeli oleh Perum Bulog tersebut adalah beras milik pemerintah Thailand.

Pihak Thailand mengklaim, beras tersebut adalah beras hasil panen yang dilakukan pada bulan Juli lalu. Sebagaimana diketahui sebelumnya, Perum Bulog mengimpor beras untuk memenuhi kebutuhan beras di dalam negeri.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×