kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.922.000   20.000   0,69%
  • USD/IDR 17.021   8,00   0,05%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

Indonesia tidak punya Aerospace Park


Rabu, 22 Mei 2013 / 11:02 WIB
ILUSTRASI. Gaza. REUTERS/Ibraheem Abu Mustafa


Reporter: Oginawa R Prayogo | Editor: Asnil Amri

JAKARTA. Indonesia Aircraft Maintenance Shop Association (IAMSA) mengatakan, Indonesia membutuhkan Aerospace Park atau kawasan terpadu tempat segala hal yang berkaitan dengan pesawat, mulai dari perawatan, gudang logistik dan juga untuk pusat pelatihan (training center).

Richard Budihadianto, Presiden IAMSA menjelaskan, kehadiran Aerospace Park di Indonesia dapat meningkatkan serapan pasar perawatan nasional dan internasional. " Keberadaan Aerospace Park diharapkan dapat meningkatkan daya saing Indonesia," ujar Richard saat acara Aviatin MRO Indonesia di Hotel Sultan, Jakarta, Rabu (22/5).

Richard menjelaskan, idealnya Indonesia butuh 2 lokasi Aerospace Park yang disebar di seluruh Indonesia. "Butuhnya satu di kawasan timur Makassar atau Manado dan satu lagu di barat Jakarta atau Medan," ujarnya. Dia bilang masing-masing lokasi setidaknya membutuhkan luas lahan 75 hektare (ha).

Bahkan Richard memperkirakan, jika kawasan terpadu dibuat perputaran bisnisnya diperkirakan mencapai US$ 600 juta per tahun. Perkiraan itu melihat dari industri penerbangan nasional yang mengoperasikan pesawat jet yang tumbuh 15-20% per tahun. Dari jumlah 304 pesawat yang beroperasi di tahun 2011, menjadi 480 pesawat di tahun 2016.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×