kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.531.000   5.000   0,20%
  • USD/IDR 18.175   16,00   0,09%
  • IDX 5.007   -50,32   -0,99%
  • KOMPAS100 645   -6,79   -1,04%
  • LQ45 512   -3,58   -0,69%
  • ISSI 167   -2,55   -1,51%
  • IDX30 287   -2,31   -0,80%
  • IDXHIDIV20 389   -2,61   -0,67%
  • IDX80 75   -0,65   -0,86%
  • IDXV30 108   -1,09   -1,00%
  • IDXQ30 97   -0,76   -0,78%

Indonesian Acids Industry pasang target pertumbuhan agresif 10% tahun ini


Kamis, 16 Januari 2020 / 22:12 WIB
ILUSTRASI. Michael Susanto Pardi, Direktur Indonesian Acids Industry yang juga Ketua Umum Asosiasi Kimia Dasar Anorganik (Akida) 


Reporter: | Editor: Handoyo

Ia melihat pula jika skema DMO yang dikembangkan oleh Kementerian Perindustrian serta rencana penurunan harga gas tentunya berita gembira atau katalis positif bagi industri kimia dasar.

Baca Juga: Pasca harga gas turun, kapasitas produksi keramik berpeluang meningkat

Beberapa elemen perusahaannya, membutuhkan gas dalam jumlah cukup lumayan sebesar, yakni sebesar 25% sampai 30% dari total cost of manufacturing. Apabila terjadi penurunan harga gas, tentunya pihaknya bisa lebih menghasilkan produk yang lebih kompetitif, baik secara domestik (lebih kebal terhadap serangan produk import) dan juga bisa menambah market share dalam skala internasional.

"Harga gas industri di Indonesia saat ini menjadi yang termahal di Asia Tenggara ataupun di dunia. Tentu rencana skema tersebut menggembirakan," lanjutnya.

Ia melanjutkan, pihaknya mengalokasikan dana internal untuk capex tahun ini. Capex akan dialokasikan untuk ekspansi kapasitas beberapa produk guna mengantisipasi kenaikan permintaan pada 5-10 tahun mendatang. "Adapun produk-produk kimia dasar yang baru, masih menjalani tahap feasibility study mendalam," ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×