kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.570.000   -10.000   -0,39%
  • USD/IDR 17.930   2,00   0,01%
  • IDX 6.182   63,45   1,04%
  • KOMPAS100 797   8,83   1,12%
  • LQ45 610   7,21   1,20%
  • ISSI 215   2,32   1,09%
  • IDX30 340   4,09   1,22%
  • IDXHIDIV20 434   4,76   1,11%
  • IDX80 91   1,06   1,18%
  • IDXV30 118   1,41   1,21%
  • IDXQ30 111   1,05   0,96%

Industri alas kaki masih tertekan tahun ini, bagaimana tahun depan?


Senin, 09 Desember 2019 / 20:23 WIB
ILUSTRASI. Perajin menyelesaikan produksi sepatu di sentra industri alas kaki Cibaduyut, Bandung, Jawa Barat. ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/wsj.


Reporter: Arfyana Citra Rahayu | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Industri alas kaki yang berorientasi ekspor masih tertekan di sepanjang tahun ini. Meski diproyeksikan bakal turun, Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo) melihat prospek alas kaki yang masih cerah di 2020 karena adanya relokasi sejumlah pabrik ke Jawa Tengah. 

Direktur Eksekutif Aprisindo Firman Bakri menyatakan kondisi industri alas kaki di sepanjang tahun ini akan turun. "Buktinya saja data ekspor alas kaki per-September 2019 tertekan hingga 12,9% karena turunnya ekspor dari pelabuhan Tanjung Priok," jelasnya kepada Kontan.co.id, Senin (9/12). 

Baca Juga: Aprisindo sebut tiga pabrik alas kaki hengkang dari Banten karena kenaikan UMK

Firman menjelaskan ekspor dari Tanjung Priok didominasi dari penjualan di Jabodetabek. Tertekannya industri alas kaki di Indonesia disebabkan belum adanya sentimen positif yang bisa mengerek industrinya. 

Firman bilang kalau membicarakan market global hingga saat ini masih tertekan. Katanya Eropa masih larinya ke Vietnam untuk mengimpor produk alas kaki. Adapun sentimen dalam negeri juga masih belum baik karena upah yang terus naik di tengah industri yang sedang tertekan. 

Sebelumnya Aprisindo menyatakan telah menolak adanya Upah Minimum Sektoral Kabupaten (UMSK) tahun 2020 karena penambahan upah tersebut bakal semakin memberatkan industri padat karya berorientasi ekspor. Sebab upah minimum jadi naik sebesar 8,51% dibanding 2019. 

Baca Juga: Serikat buruh dan Pemkot Bekasi sepakat UMK 2020 sebesar Rp 4,589 juta




TERBARU

[X]
×