kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.570.000   20.000   0,78%
  • USD/IDR 18.202   17,00   0,09%
  • IDX 5.282   16,18   0,31%
  • KOMPAS100 686   3,41   0,50%
  • LQ45 539   6,45   1,21%
  • ISSI 177   -2,03   -1,14%
  • IDX30 303   3,34   1,12%
  • IDXHIDIV20 406   6,22   1,56%
  • IDX80 79   0,40   0,52%
  • IDXV30 112   0,64   0,58%
  • IDXQ30 102   1,33   1,33%

Industri Farmasi Mengatur Startegi di Tengah Tren Pelemahan Rupiah


Sabtu, 14 Oktober 2023 / 14:20 WIB
ILUSTRASI. Obat tablet.


Reporter: Diki Mardiansyah | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Gabungan Perusahaan Farmasi Indonesia (GPFI) menyatakan belum merasakan dampak dari pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Situasi pelemahan ini sudah pernah terjadi dan GPFI akan menyiasati hal ini. Pasalnya, bahan baku farmasi 90% masih diimpor dari luar negeri.

Direktur Eksekutif GPFI, Elfiano Rizaldi mengatakan, saat ini belum ada dampak terkait penguatan dolar AS lantaran situasinya baru terjadi. Situasi pelemahan rupiah ini juga seperti pada akhir 2022 dan awal tahun 2023 yang lalu.

"Harga bahan baku obat saat ini cenderung turun karena oversupply atau build up dari pasca Covid-19. Adapun, rata-rata harga bahan baku obat turun 10% sampai 20%," kata Elfiano saat dihubungi Kontan.co.id, Rabu (11/10).

Ia menjelaskan, untuk menyiasati pelemahan rupiah ini, GPFI mengantisipasi dengan melakukan hedging atau lindung nilai. Asal tahu saja, hedging adalah strategi manajemen risiko untuk melindungi atau membatasi aset dari risiko bisnis yang terlalu besar di kemudian hari. Strategi ini bertujuan agar neraca keuangan perusahaan tetap kuat.

Baca Juga: Industri Manufaktur Terdampak Pelemahan Rupiah

Randy menambahkan, di tahun ini industri farmasi khususnya di sektor apotik mengalami minus growth dan di sektor rumah sakit masih positif growth. 

Sementara itu, Wakil Ketua Tetap Farmasi dan Alat Kesehatan Kamar Dagang Indonesia (Kadin), Randy Teguh menuturkan, penguatan dolar lebih berdampak pada industri farmasi.

"Apalagi, ketergantungan pada impor bahan baku farmasi masih tinggi. pemerintah sejak beberapa tahun terakhir sudah terus meningkatkan kemampuan industri dalam negeri untuk menyediakan bahan baku farmasi," ujar Randy kepada Kontan.co.id, Rabu (11/10).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×