kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Industri harapkan implementasi janji diskon harga energi dan perumusan omnibus law,


Minggu, 16 Februari 2020 / 16:15 WIB
Industri harapkan implementasi janji diskon harga energi dan perumusan omnibus law,
ILUSTRASI. Petugas menyiapkan Meter Regulator Station (MRS) untuk penyaluran gas di stasiun induk PT Java Energy Semesta di Gresik, Jawa Timur, Selasa (16/10/2018). PT Gagas Energi Indonesia, anak perusahaan PT PGN, Tbk menjalin kerja sama dengan PT Java Energy Seme


Reporter: Agung Hidayat | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Janji penurunan harga energi, yaitu gas dan listrik, oleh pemerintah dan proses pengerjaan omnibus law membuat pelaku industri optimistis mampu menggenjot sektor usahanya.

Asalkan usaha pemerintah yang berniat memuluskan investasi dan bisnis tersebut dapat diimplementasikan dengan baik.

Yustinus Gunawan, Ketua Asosiasi Kaca Lembaran dan Pengaman (AKLP) mengatakan industri kaca telah lama menanti harga gas yang lebih kompetitif. "Sekaranglah momentum paling tepat untuk menurunkan harga gas untuk industri," sebutnya kepada Kontan.co.id, Jumat (14/2).

Baca Juga: Pemerintah diminta segera sahkan RUU PPRT

Menurut asosiasi, kontribusi gas bumi terhadap biaya produksi kaca mencapai 28%. Penurunan harga gas ini diyakini berdampak pada pertumbuhan industri kaca karena semakin efisien biaya produksinya.

Hal yang sama terkait rencana diskon harga listrik, Yustinus mengatakan penurunan harga nantinya akan memperkuat operasi pabrikan kaca.

Menurut asosiasi, kedua langkah tersebut jika direalisasikan bakal cukup untuk meningkatkan competitiveness industri di Indonesia.

"Penurunan harga energi untuk industri secara berturutan sangat strategis, dimulai dengan gas bumi dan diikuti dengan listrik sangat ditunggu oleh industri manufaktur," sebutnya.

Baca Juga: Wacana Pemerintah Soal Pembubaran SKK Migas, Sudah Tepat

Adapun mengenai omnibus law, asosiasi berharap dapat segera dilegalkan sebab kata Yustinus, industri memerlukan kepastian supaya stigma antara "hard to hire" dan "hard to fire" secepatnya hilang dan produktivitas naik.




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×