kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.819.000   -17.000   -0,93%
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Industri kimia, farmasi dan obat tradisional tumbuh dua kali lipat sepanjang 2019


Kamis, 12 Maret 2020 / 21:08 WIB
Industri kimia, farmasi dan obat tradisional tumbuh dua kali lipat sepanjang 2019
ILUSTRASI. Pekerja menyortir dan memasukan kapsul jamu tifus ke dalam botol di Sapiyan, Mojosongo, Boyolali, Jawa Tengah, Jumat (5/1). Kemenperin catat industri kimia, farmasi, dan obat tradisional sepanjang 2019 tumbuh dua kali lipat dibandingkan 2018. ANTARA FOTO/


Reporter: Arfyana Citra Rahayu | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Perindustrian mencatatkan industri kimia, farmasi, dan obat tradisional sepanjang 2019 tumbuh dua kali lipat dibandingkan 2018. 

Melalui catatan Kementerian Perindustrian, di kuartal IV 2019 industri kimia, farmasi, dan obat tradisional mampu tumbuh 18,57% atau melonjak drastis dibanding pertumbuhan kuartal III-2019 yang menyentuh angka 9,47%. 

Baca Juga: Insentif tahap kedua siap mengalir ke sektor manufaktur

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengungkapkan capaian tersebut juga melampaui pertumbuhan ekonomi sebesar 4,97% pada kuartal IV-2019.

"Sementara itu, nilai PDB industri kimia, farmasi, dan obat tradisional pada kuartal IV tahun 2019 mencapai Rp22,26 triliun, melonjak dibanding kuartal III-2019 sebesar Rp20,46 triliun," jelasnya dalam keterangan tertulis Rabu (11/3). 

Berikutnya, sepanjang tahun 2019, nilai ekspor produk industri farmasi dan obat tradisional menembus hingga US$ 597,7 juta, naik dibanding perolehan di tahun sebelumnya sekitar US$ 580,1 juta.

Agus menyatakan capaian-capaian tersebut, membuat industri farmasi didapuk sebagai  salah satu sektor yang memiliki kinerja gemilang dan memberikan kontribusi signifikan bagi perekonomian nasional. 

Baca Juga: Akhirnya, sah! Pemerintah akan tanggung pajak karyawan selama 6 bulan

Sebagai informasi, kekuatan industri farmasi di dalam negeri, didukung sebanyak 206 perusahaan, yang didominasi 178 perusahaan swasta nasional, kemudian 24 perusahaan Multi National Company (MNC), dan empat perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). “Suplai produk farmasi di pasar domestik, mampu dipenuhi oleh produksi lokal sebesar 76%,” ungkap Agus.


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×