Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Dina Hutauruk
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perkembangan industri konstruksi saat ini menuntut pembangunan gedung yang tidak hanya mengutamakan kekuatan dan keindahan desain, tetapi juga memperhatikan kebutuhan manusia dan kelestarian lingkungan. Oleh karena itu, pemahaman terhadap hubungan antara manusia, lingkungan, dan teknologi menjadi hal penting dalam menciptakan bangunan yang berkinerja tinggi.
Pembangunan gedung berkinerja tinggi merupakan upaya untuk menghasilkan bangunan yang nyaman, aman, hemat energi, efisien, serta ramah lingkungan. Hal ini dapat diwujudkan melalui penggunaan material berkelanjutan, pengelolaan energi dan air yang efisien, serta desain bangunan yang memaksimalkan pencahayaan dan sirkulasi udara alami.
Selain itu, aspek budaya juga perlu diperhatikan agar bangunan tetap sesuai dengan nilai, kebiasaan, dan kebutuhan masyarakat setempat. Pemanfaatan teknologi turut berperan penting dalam meningkatkan kualitas pembangunan gedung.
Menyadari hal tersebut, Ivosights, Chatra Asia, dan DIGINEX conXperience menggelar BuildX 2026 pada 28 Oktober 2028 lalu, yakni sebuah platform konferensi, diskusi, dan pameran yang mempertemukan konstruksi, budaya, dan kecerdasan dalam satu format
Baca Juga: Gapensi Soroti Peluang Kontraktor Lokal dari Aturan Baru Proyek Pemerintah
BuildX 2026 mengusung tiga pilar utama, yakni Construction, Culture, dan Intelligence. Ketiganya merepresentasikan fokus pada peningkatan kinerja bangunan, penerapan nilai budaya dan arsitektur Nusantara, serta pemanfaatan AI, BIM, dan data untuk mendukung proses konstruksi dan pengambilan keputusan proyek.
Ajang ini dihadiri lebih dari 200 peserta yang berasal dari kalangan arsitek, desainer interior, konsultan, kontraktor, pengembang, hingga pemasok material bangunan.
“BuildX disusun sebagai satu perjalanan gagasan untuk memahami manusia dan tempat, mewujudkannya dalam bangunan yang berkinerja, kemudian memakai intelligence untuk terus memperbaikinya secara berkesinambungan,” ujar Bagas D. Bawono, Ketua Penyelenggara BuildX sekaligus Co-Founder Vastu Chatra Asia dalam keterangannya, Kamis (5/11/2026).
BuildX 2026 menghadirkan 11 pembicara dari kalangan arsitek, akademisi, praktisi desain, dan pakar teknologi. Diantaranya Adi Utomo Hatmoko, Doti Windajani, Jatmika Adi Suryabrata, Ilya Fadjar Maharika, Citra Giofany, Arianto Bigman, Revianto Budi Santosa, dan lain-lain.
Bagas mengatakan, seluruh pembahasan dalam BuildX 2026 mengacu pada semangat Rooted in Culture, Built to Perform, Empowered by Intelligence. Konsep tersebut menekankan pentingnya menjadikan budaya sebagai landasan pembangunan, kinerja sebagai tolok ukur, serta teknologi sebagai penggerak inovasi.
Baca Juga: Restitusi Pajak Kontraktor Tembus Rp 10 Triliun, Cash Flow Tertekan
Dari sisi dukungan industri, BuildX 2026 mendapat dukungan Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Jakarta, Himpunan Desainer Interior Indonesia (HDII), Persatuan Konsultan Indonesia (Perkindo), Perkumpulan Ahli Fasad Indonesia (PERAFI), serta SAMA (Strategic Asia Marketing Alliance) Indonesia.
BuildX 2026 mendapat dukungan sponsor utama Mega Komposit Indonesia dan Cordial Fursys, serta sejumlah perusahaan lain, antara lain PT Alexindo, Quadra, Titanium, Dekkson, Häfele, Serge Ferrari, Shanghai Mitsubishi Elevator, dan PT Jaya Teknik Indonesia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Executive Education Program] Sustainable Development and ESG Leadership](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_23102611123400.jpeg)
