kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.000   153,00   0,86%
  • IDX 5.941   -254,36   -4,11%
  • KOMPAS100 785   -38,94   -4,72%
  • LQ45 589   -30,28   -4,89%
  • ISSI 206   -8,52   -3,97%
  • IDX30 334   -15,73   -4,50%
  • IDXHIDIV20 412   -15,89   -3,71%
  • IDX80 89   -4,83   -5,16%
  • IDXV30 113   -4,09   -3,48%
  • IDXQ30 108   -4,46   -3,97%

Industri kosmetik bakal sulit penuhi standar ASEAN


Rabu, 16 Februari 2011 / 16:02 WIB
ILUSTRASI. Highlands Half Marathon Sentul City


Reporter: Bambang Rakhmanto | Editor: Edy Can

JAKARTA. Produk kosmetik lokal bakal kesulitan memenuhi standar ASEAN. Deputi Bidang Perindustrian dan Perdagangan Kementerian Koordinator Perekonomian Edy Putra Irawadi beralasan, sebagian besar produsen produk-produk kosmetik di Indonesia masih dalam skala kecil.

"Industri kosmetika kita kebanyakan industri rumah tangga," ujarnya, Rabu (16/2).

Edy mengatakan, masih banyak nilai-nilai kearifan budaya Indonesia yang melekat dalam produk kosmetik di Indonesia. Sehingga, dia menilai hal tersebut sebagai salah satu upaya melestarikan budaya nasional.

Karena itu, Edy berpendapat, standar produk kosmetik ini tidak bisa serta merta disamakan secara internasional. Pasalnya, setiap negara memiliki tradisi budaya yang berbeda-beda pula dan akan sangat sulit menyatukan perbedaan tersebut. "Jangan dipaksa samakan untuk standar ini. Nasi uduk Malaysia dengan nasi uduk kita kan beda. Sama aja dalam hal komestik, kulit Indonesia dan China kan beda," katanya.

Namun, Edy mengatakan pemerintah akan mendorong industri tetap memenuhi standar ASEAN tersebut. Menurutnya, pemerintah akan meminta Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) melakukan penyesuaian standar.

Edy bilang penyesuaian standar itu harus bertahap. "Standarnya adalah minimal sesuai dengan ditentukan oleh badan POM dulu ya. Sehingga tidak menggangu kesehatan dengan standar ASEAN yang tinggi," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Berita Terkait



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×