kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Industri kosmetika belum terganggu krisis


Selasa, 11 Oktober 2011 / 16:47 WIB
Industri kosmetika belum terganggu krisis
ILUSTRASI. Penyebab dan gejala anak susah BAB perlu diperhatikan oleh orangtua./Pho KONTAN/Carolus Agus Waluyo/22/08/2011.


Reporter: Dani Prasetya | Editor: Rizki Caturini

JAKARTA. Industri kosmetika tampaknya masih terus bertumbuh. Sepanjang tahun ini, omzet industri ini diprediksi naik 16,9% dibanding 2010.

Pada 2010, industri kosmetika dalam negeri mencatatkan omzet sekitar Rp 8,9 triliun dengan pertumbuhan sekitar 15,9% dari tahun sebelumnya. Optimisme peningkatan omzet dapat dilihat dari pencapaian omzet kosmetika pada semester I 2011 naik sekitar 15,9% dari periode yang sama di 2010.

"Peluang bisnis kosmetika cukup besar, terutama dengan adanya investasi perusahaan multinasional di Indonesia," tutur Ketua Bidang Perdagangan Persatuan Perusahaan Kosmetika Indonesia (Perkosmi) Wiyantono, usai jumpa pers, Selasa (11/10).

Tanpa merinci prediksi pertumbuhan pada 2012, dia berpendapat, industri kosmetika dapat tumbuh melebihi realisasi 2011. Apalagi dengan adanya investasi pendirian pabrik dari Loreal senilai Rp 1,5 triliun dan Unilever sebesar Rp 1 triliun. "Karena trennya itu selalu meningkat," jelasnya.

Kasubdit Kimia Hilir Lainnya Direktorat Industri Kimia Hilir Ditjen Industri Berbasis Manufaktur Kementerian Perindustrian, Sudarto, memberi gambaran, investasi skala kecil di sektor kosmetika paling tidak membutuhkan dana sekitar Rp 20 miliar-Rp 30 miliar. Untuk skala besar seperti Loreal, Unilever, dan Johnson and Johnson, dana yang dibutuhkan minimal sekitar US$ 100 juta.

Sementara itu, Menteri Perindustrian M.S. Hidayat, mengatakan, akan memfasilitasi melalui perlindungan standar nasional Indonesia (SNI) agar produk kosmetika lokal dapat bersaing di tingkat ASEAN.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Berita Terkait



TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×